Tuesday, 12 February 2013

"You don't know me"

Ini adalah hari-hariku menelusuri sebuah perjalanan, perjalanan waktu...




       Sebuah sikap arogan terasa kental saat seseorang di depan pintu kelas mengalihkan pandanganku. Dia begitu cuek sehingga tak ada satu orangpun yang mau mendekatinya. 

Kebiasaannya mendengar lagu di earphone ya barangkali itu namanya.. Mungkin itu yang membuat orang itu begitu cuek terhadap kami. Gayanya dingin kayak kulkas dinginnya, tatapan matanya mungkin bisa dibilang mirip Sasuke.. (kata wanita) ,tapi bagi saya tatapan itu kyk tatapannya germo. Rambutnya ditata rapi kyk artis-artis korea, motornya Ninja hatori. *eh


Begitu banyak wanita yang menyukainya sampai-sampai kami pun iri dengannya. Tiap hari anak ini jadi bahan pujian para wanita, namun wanita-wanita bodoh itu tidak menyadari bahwa si pria ini membenci mereka. 


Hmm mungkin karena gak level kali yah, orang ini kan beda.. Dia cm mau berteman dan bergaul dengan selevelnya saja.. Liat aja temennya tuh, bisa diitung dengan jari tangan kanan.


     Kemudian , saya pun telah mengenali seseorang yang kalem, pendiem,cakep tapi ramah sama orang lain, terkadang sih lucu juga, enak diajak berteman. Gak perlu disebutin kali yah namanya.


Dia ini orangnya sederhana banget, gak mau cari perhatian, cuma kekurangannya fisiknya lemah. Namun, seringkali saya kedapatan dia sedang berdoa. Rajin banget kayaknya ini anak berdoa. 


Tapi ya ini ya, anak ini kadang emosinya gak terkontrol. Dia sering melakukan sesuatu yang terburu-buru, gampang ngambek - ngambek ga jelas gitu kya kambing (eh itu ngembek ya).. Ya begitulah


    Beda emang sih sama orang yang satu ini, dia optimis banget orangnya, penuh gairah dan kepercayaan diri. Walaupun dia punya teman sedikit karena banyak orang-orang yang pikirannya gak sejalan dengan dia. 


Dia selalu tampil kalo ada yang butuh, dia selalu di depan kalo orang-orang sedang berkumpul dengannya. Dia ini susah ditebak, antara pamer gitu atau emang bawaan lahir.. Atau cuma sekedar cari perhatian? Saya tidak tahu itu.. 


   Saya pun kemudian berjalan ke arah utara, disana ada sebuah gerbang masa depan. Gerbangnya tinggi , menjulang menuju cahaya matahari.. Dindingnya tebal kayak duitnya Bill Gate. 


Saya pun memberanikan diri membuka pintu gerbang itu, trek..trek..treeeeekkkk... pintu itu pun terbuka perlahan.. Wahh cahayanya terang sekali menyinari mata saya..  (kayak di film-film)


Kemudian, setapak demi setapak saya melangkah.. 

Disana berbeda, saya merasakan hal yang sangat janggal. Setiap langkah saya , ada rasa senang, sedih, khawatir, pahit, bhkan frustasi, namun rasa itu bisa kembali bahagia lagi saat saya maju beberapa langkah lagi... 

Namun, saat saya berhenti di langkah yang pahit itu, rasanya akan tertusuk ke uluh hati seperti ingin mati. 


Jalan itu pun saya lalui mungkni bisa beribu ribu langkah, sebab sudah hampir sejam saya melaluinya. 


Di dekat tiang listrik, saya melihat seorang sedang membaca koran lowongan pekerjaan. Mungkin dia pengen nyari kerja. Dia tampan ,jaket yang dikenakannya juga mahalan.. tapi dia sibuk membaca koran lowongan pekerjaan.. 


Mukanya itu mirip pria cuek yang tadi saya temui itu.. Cuma bedanya ini lebih janggutan. 


Setelah itu, saya menuju ke arah barat, disana ada banyak sekali keramaian.. 

Saya memberanikan diri menuju kesana.. 

Ternyata eh ternyataa, ada yang lagi konser.. Meriah banget.. 

Suara doi juga bagus, wanita-wanita berkerumun di bawah dia.. 

Lalu ada yang janggal di mata saya, kok muka si penyanyi itu mirip pria yang tadi sdg mncari lowongan pkerjaan itu? Saya sangat tidak mengerti..


Saya mencoba bertnya kepada setiap orang yang ada disitu, namun mereka seperti animasi seperti bayangan kasat mata.. Tidak bs diajak berbicara, bagaikan mimpi yang ada dalam kenyataan. 

  Saya kemudian pergi dari tempat itu dan hendak mencari makan.. 

Namun, di tengah jalan saya melihat seorang keluar dari mobil mewah, pakai kemeja mewah, dan diikuti bodyguardnya mungkin.. 

Wajahnya sih samar-samar, tapi saya melihat dia begitu ramah.. Sikap dan gaya berbicaranya juga terlihat optimis dan penuh kepercayaan diri.. 

Satpam-satpam pun dia sapa dengan tulus, dengan senyuman

Dan dia pun masuk ke dalam sebuah gedung yang mewah.. 


Saya tidak mengerti akan apa yang terjadi, semuanya disini hanyalah semu.. Orang-orang yang juga semu, kehidupan semu.. saya ingin keluar dari tempat ini..


Namun, ntah apa yang terjadi, tiba-tiba saya tersentak

Saya menemukan diri saya terbaring di padang rumput luas, tepat di atas saya cahaya matahari.. 
Saya terbangun dan merasakan pikiran saya yang seperti baru

Sseorang datang menghampiri saya, dia ingin menolong saya.. 

Namun saya berkata kepadanya," Tidak, kamu tidak kenal saya"

By : Yosua Andreas


Kehidupan burukmu sekarang bisa kamu perbaiki, sifatmu, bahkan kekuranganmu. Berjalanlah terus, biarkan sakit, pahit, sedih itu datang karena tidak ada kesdihan tanpa kebahagiaan. Hidup ini pilihan, tetap dengan kebiasaan burukmu atau mengubahnya seperti mawar? Itu semua mempengaruhi kamu kelak di gerbang masa depan. Seorangpun tidak mengenal kamu, hanya Tuhan dan dirimu sendirilah yang mengenalinya. *ngomong sama diri sendiri*


Sunday, 10 February 2013

10 calon BINTANG MASA DEPAN sepakbola versi saya



1. Gerard Deulofeu

Klub: Barcelona

Usia: 18 tahun

       Pemain ini adalah pemain La Masia berikutnya yang disorot tajam setelah

Lionel Messi, karena kemampuan winger ini sempat disebut mirip dengan senior
nya itu.
Sudah bergabung sejak umur 9 tahun di akademi La Masia, Delofeu terus 
berkembang sembari terus dinantikan. Skillnya memang mirip Messi ahli dalam
 memperlakukan si kulit bundar.

       Hanya masalah waktu baginya sebelum masuk ke tim inti Barcelona. 

Kelak di masa depan mungkin dia lah salah satu protagonista El Clasico.
Ini salah satu video aksi skillnya :




2. Sergi Samper
Klub : Barcelona
Usia : 18 tahun
Sergi Samper Montana adalah seorang anak kelahiran Barcelona, dianggap sebagai salah satu bakat terbesar di Barcelonas akademi "La Masia".
Sergi Samper lahir pada tanggal 20 Januari 1995 dan telah menghabiskan seluruh karirnya untuk tingkat pemuda Barcelona FC.
Pada usia 16 ia dilatih dengan skuad tim pertama Barcelona.
Bakat luar biasa-nya telah membuatnya menjadi pemain kunci dan seorang kapten untuk setiap skuad muda. ia sudah tahu kepemimpinannya telah menjadi bagian penting dari Cadete A skuad muda. Musim lalu ia pindah menanjak dari Cadete A, untuk Juvenile B, kemudian ke Juvenile A . Sergi Samper memiliki 8 penampilan di Piala muda bergengsi Seri NextGen, secangkir mirip dengan Liga Champions. Seri NextGen merupakan turnamen internasional di mana dua puluh empat klub terbaik di Eropa menampilkan bintang mereka dan wonderkids.
Musim ini Sergi Samper bisa mendapatkan pertandingan Barcelona B jika Tito Vilanova tidak memanggilnya untuk tim pertama.
Sergi Samper memiliki 6 pertandingan untuk tim U17 Spanyol nasional, mencetak dua gol tahun lalu.


3. Alejandro Grimaldo
Klub : Barcelona
Usia : 17 tahun

Alejandro Grimaldo Garcia adalah salah satu pemain paling menjanjikan di Spanyol dalam generasinya. Dia hanya 15 tahun ketika ia memulai debutnya untuk Barcelona B di Divisi Segunda, menjadi termuda dengan penampilan di liga terbaik kedua di Spanyol.

Alejandro Grimaldo adalah pemain muda berbakat bermain secara teratur untuk Barcelona B bersama dengan Gerard Deulofeu dan Jean-Marie Dongou.
Alejandro Grimaldo Garcia atau "Alex Grimaldo" lahir di Valencia, Spanyol pada 20 September 1995  The wonderkid berusia 17 tahun bermain sebagai bek kiri, tetapi juga bs bermain sebagai winger defensif.
Alex Grimaldo bergabung setup muda "La Masia" pada usia 13, setelah menghabiskan masa kecilnya di Valencia.
Alex Grimaldo mendapat pertandingan resmi pertamanya untuk Barcelona B pada tahun 2011, membuatnya sebagai pemain termuda dengan caps di Segunda Division atau Spanyol Liga Adelante, dan pemain termuda untuk Barcelona B!
Alex Grimaldo juga pada pemain kunci ketika tim Oscar Garcia memenangkan Piala Champions dan Piala Spanyol untuk tim B dan tim A.
Musim ini ia telah bermain 9 pertandingan dari 9 tersedia untuk Barcelona B (Barcelonas tim cadangan).
Alex Grimaldo juga familiar dengan tingkat tim muda nasional Spanyol.
Dia telah melakoni dalam skuad U16 Spanyol, namun segera pindah menanjak ke Spanyol U17. Dia telah mencatat 10 pertandingan untuk Spanyol U16 dan U17, mencetak 1 gol.
Hari ini, pada usia 17, ia secara teratur dipanggil ke skuad U19 Spanyol.
Dia telah mencatat 7 pertandingan untuk Spanyol U19.
Alejandro Grimaldo Garcia juga menerima 5 pertandingan di Piala Eropa U-19 Championship awal tahun 2012. Sebuah turnamen dimenangkan oleh Spanyol U19 untuk kedua kalinya berturut-turut!


4. Lucas Piazon 
Klub : Chelsea - Malaga (on loan)
Usia : 19 tahun

Gustavo Lucas Domingues Piazón (lahir di São Paulo, Brasil, 20 Januari 1994; umur 19 tahun), adalah pemain sepak bola profesional berkebangsaan Brasil yang bermain sebagai gelandang serang untuk tim Málaga, dipinjam dari Chelsea.

Piazón memulai karier sepak bolanya sejak berusia 12 tahun di akademi sepak bola Coritiba. Pada tahun 2007, ia kemudian bergabung dengan akademi Atlético Paranaense. Setahun kemudian, Piazón bergabung dengan akademi São Paulo.
Piazón memperkuat timnas Brasil sejak level U15. Saat ini ia tergabung dalam skuat Brasil U17.
Piazón sering dibandingkan dengan Kaká, pemain timnas senior Brasil karena kemiripan wajah dan kemampuan teknisnya
Pada 20 Januari 2012, tepat saat ia berusia 18 tahun, Piazón mendapatkan izin kerja sehingga ia dapat bermain untuk tim utama Chelsea. Pada 26 Januari 2012, Piazón menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi hingga tahun 2017. Ia diberikan kostum kaus bernomor punggung 35. Piazón menjadi pemain pengganti di bangku cadangan Chelsea saat pertandingan tandang menghadapi Swansea City pada 31 Januari 2012 dan pertandingan kandang menghadapi Manchester United pada 5 Februari 2012. Pada 10 Mei 2012, Piazón terpilih sebagai Pemain Muda Chelsea Terbaik. Sehari sebelumnya ia tampil untuk tim usia muda Chelsea yang menjuarai Piala FA U-18. Ia kembali menjadi pemain pengganti di bangku cadangan Chelsea pada pertandingan liga terakhir musim 2011–12 menghadapi Blackburn Rovers.
Pada 18 Juli 2012, Piazón membuat debut untuk tim utama pada kemenangan 4–2 atas Seattle Sounders, di sebuah pertandingan pra-musim, di Seattle.Pada 22 Juli 2012, ia membuat gol pertamanya untuk tim utama pada hasil pertandingan pra-musim menghadapi Paris Saint-Germain yang berakhir dengan skor seri 1–1, di New York.
Pada jendela transfer Januari 2013, Piazón dipinjamkan ke Málaga CF hinga akhir musim 2012–13.



5. Enzo Zidane

Klub : Real Madrid
Usia : 17 tahun

Di antara para pemain junior Real Madrid, nama Enzo Fernandez banyak menarik perhatian begitu melihatnya mendapatkan bola.

Begitu bola sudah sampai padanya, pemain berusia 15 tahun itu menunjukkan keistimewaannya. Kontrol dada, penempatan dan drive-nya menuai decak kagum. Belum lagi dengan dribble 360 derajatnya yang dikenal sebutan 'Marseille turn', di mana dia mengayunkan kakinya kembali, memutar tubuhnya sebelum akhirnya mengelabuhi lawannya dengan 1 gerakan cepat.
Semuanya makin dikilapkan dengan nama besar dari ayahnya, yang tidak lain adalah salah satu legenda terbesar dalam dunia sepak bola, Zinedine Zidane.
Semua menunggu apakah Enzo bisa menjadi penerus kehebatan ayahnya yang berhasil memberikan gelar Eropa kesembilan bagi Real dan juga header-nya di final Piala Dunia 1998.
Eksploitasi dari Enzo telah memunculkan berbagai situs tidak resmi tentang dirinya. Di situs itu menampilkan salah satu cuplikan aksinya yang paling terkenal di sebuah turnamen tim junior lawan Barcelona tiga tahun lalu, yang telah menarik hampir lima juta kunjungan di YouTube.
Bagaimana mungkin pemain berusia 12 tahun bisa melakukan kontrol sesempurna itu? Bagaimana pemain yang masih semuda itu bisa mencetak gol langsung dari tendangan bebas? Disebut-sebut di seluruh Spanyol sebagai El Heredero (ahli waris), Enzo rupanya lahir untuk meneruskan bakat sempurna sang ayah.
Namun di tengah keistimewaannya ini, timbul juga kontroversi, terutama berkaitan dengan loyalitasnya. Hal ini terkait dengan statusnya yang lahir dari pasangan orang tua yang berasal dari 2 negara berbeda. Ayahnya Zidane berasal dari Prancis dan ibunya, Veronique berasal dari Spanyol. Meskipun lahir di Bordeaux, Enzo telah menghabiskan sembilan tahun terakhir di Madrid. Enzo pun jadi berpeluang untuk memperkuat timnas Prancis atau Spanyol.
Perdebatan mulai timbul ketika pelatih tim Spanyol U-16, Santi Denia, yang telah beberapa kali melihat penampilannya bersama Real, bermaksud mengundang Zidane junior itu ke sesi latihan timnya.
Bahkan Zidane sendiri tidak bisa memberi saran putranya ini harus ikut Spanyol atau Prancis, karena dia mengalami hal yang serupa saat harus menentukan akan memperkuat Prancis atau Aljazair.
Hukum untuk hal ini sudah jelas. Pada bab VII Pasal 18 dari undang-undang FIFA mengatakan pemain dengan kewarganegaraan ganda dapat beralih asosiasi kapan saja asalkan dia belum melakukan caps internasional pertamanya.
Francois Blaquart, pelatih Prancis U-17, mengakui dengan jujur kalau ada sensitivitas tersendiri jika membicarakan pemain dengan nama Zidane di belakangnya.
"Yang paling penting dia ingin bermain untuk Prancis. Ini adalah peristiwa yang terlalu banyak menarik perhatian media. Jika nama keluarganya adalah Dupont, mungkin kami tidak akan dimintai komentar sama sekali."
Dan karena kontroversi itu, Zidane tidak ingin menambah tekanan pada anaknya.
"Saya tidak ingin membicarakannya," katanya didesak untuk menjawab. "Dia menikmati sepak bola di Madrid dan itulah yang terpenting."
Di bawah lindungan Florentino Perez, presiden Real dan teman dekat Zidane, Enzo dipastikan bisa mendapat sedikit perlindungan dari perhatian media untuk memastikan dia bisa bermain dengan tenang.
Apalagi tidak ada hanya ada nama Enzo seorang. Theo, adiknya, masih berumur 12 tahun masuk dalam tim anak-anak Real 'B', sebagai seorang penjaga gawang.
Hanya masalah waktulah yang akan menunjukkan bagaimana perkembangan dari para penerus generasi Zidane ini. Tapi yang pasti semua publik sudah terus menunggu tanda-tanda apakah Enzo dan Theo bisa menjelma menjadi legenda sehebat Zidane.

6. Andreas Pereira
Klub : Manchester United
Usia : 17 tahun

Andreas Hoelgebaum Pereira dianggap sebagai salah satu pemain U16 terbaik di Eropa. Bakat muda ini bermain di Manchester United di mana dia bermain bersama dengan beberapa supertalents lainnya, Mats Moller Dæhli, Adnan Januzaj dan Gyliano van Velzen.

Andreas Pereira lahir di Brasil pada tanggal 1 Januari  1996, namun dibesarkan di Belgia. Andreas Pereira memulai karirnya di Lommel sebelum bergabung dengan PSV Eindhoven di Belanda. Ketika di PSV Eindhoven ia menarik minat Manchester United. Alex Ferguson menunjukkan kepentingan pribadi dalam penandatanganan permata 16 tahun ini . Gelandang serang Andreas Pereira menandatangani kontrak untuk Manchester United pada Januari 2012.
Andreas Pereira juga akrab dengan tingkat peain muda dari tim nasional Belgia. Dia antara lain memainkan 7 pertandingan untuk Belgia U15. Pada U16 Belgia ia telah luar biasa, mencetak 10 gol dalam 9 caps. Hari ini Pereira bermain untuk U17 Belgia, tetapi belum memulai debutnya.

7. Jules Ntcham
Klub : Manchester City
Usia : 17 tahun

Jules Olivier Ntcham adalah salah satu gelandang bertahan yang paling menjanjikan dalam sepak bola Perancis.

Jules Ntcham lahir di Longjumeau (Paris) pada bulan Februari 1996 .Ntcham telah berkembang dalam sekelompok klub Perancis yang lebih kecil, seperti Paris FC dan yang paling baru-baru Le Havre. Pada usia enam belas, ia menandatangani kontrak dengan Manchester City musim panas ini untuk biaya yang kecil.
Gelandang bertahan ini tinggi dan kuat telah sering dibandingkan dengan Marcel Desailly, tetapi perbandingan ini juga bisa ditarik ke Patrick Vieira, yang saat ini adalah Eksekutif Pengembangan Sepakbola di Manchester City.
Jules Ntcham juga telah mencatat 18 pertandingan untuk tim U16 France nasional dan telah menjadi kapten mereka. Dia telah mencetak 5 gol dalam 18 pertandingan untuk Prancis U16. Hari ini Ntcham bermain untuk tim U17 France nasional, dan telah mencatat 3 pertandingan.

8. Adryan Tavares

Klub : Flamengo
Usia : 17 tahun

Adryan adalah penyihir Brasil yang bermain sebagai gelandang serang untuk Flamengo, tapi juga bisa bermain sebagai penyerang atau trequartista. Adryan adalah salah satu pemain kunci dalam skuad Brasil di bawah 17 nasional.

Adryan lahir di Rio de Janeiro pada bulan Agustus 1994 Gelandang serang berusia 18 tahun yg berbakat ini bermain untuk Flamengo, dan menjadi skuad di tim pertama. Dia telah memainkan 16 pertandingan untuk Flamengo, menyumbang  gol dua kali.
Adryan masih merupakan pemain muda, tapi karirnya sejauh ini di atas ekspektasi.
Adryan telah mencatat 14 caps untuk tim nasional Brasil U17 dan telah disertakan banyak turnamen pemuda besar, karena Piala Dunia Y17 atau "Amerika Selatan U-17 Football Championship". Pada Piala Dunia U17 , ia mencetak 5 gol dalam 6 pertandingan. Dalam Kejuaraan Amerika Selatan U-17 ia mencetak 3 gol. Kedua turnamen berlangsung pada tahun 2011.
Adryan telah mencatat 8 gol untuk tim nasional U17




9. Alen Halilovic
Klub : Dinamo Zagreb
Usia : 16 tahun

Alen Halilovic dianggap sebagai salah satu pemain muda terbaik di Kroasia. Keterampilan dan teknik mengherankan pelatih, fans dan pemain sesama. Ia sering dibandingkan dengan Luca Modric, yang juga dikembangkan di Dinamo Zagreb.

Alen adalah putra Sejad Halilovic dan lahir di Zagreb 18 Juni 1996 .gelandang serang berbakat berusia 16 tahun ini diinginkan oleh Real Madrid, Barcelona dan Chelsea. Alen Halilovic bermain untuk Dinamo Zagreb dan pelatihan dengan skuad tim pertama.
Ada banyak harapan pada berlian muda, yang telah mencatat 13 pertandingan (skor 5 gol) di tingkat pemuda Kroasia (U15, U16 dan U17)



10. Maximilian Meyer
Klub : Schalke
Usia : 17 tahun

Max Meyer adalah gelandang serang Jerman yang bermain untuk Schalke 04. Dia adalah pemain berbakat berusia tujuh belas tahun yang menjanjikan. Mendapat penghargaan pemain Emas di Kejuaraan Eropa U17 UEFA 2012, yang berlangsung di Mei 2012.

Permata muda lahir di Oberhausen, Jerman pada 18 September 1995 . Max Meyer bergabung dengan Schalke pada tahun 2009 setelah meninggalkan MSV Duisburg, di mana ia dikembangkan. Musim ini Max Meyer telah memainkan enam pertandingan di liga remaja, mencetak 4 gol dan 2 assist.
Dengan bantuan Max, Schalke 04 U19 memenangkan U19 Jerman Championship 2012.
Max Meyer telah dipercaya dengan 25 pertandingan untuk tingkat pemuda yang berbeda dari tim nasional Jerman, Jerman U15, (1 tutup), Jerman U16 (6 caps dan 2 gol), dan Jerman U17 (18 caps dan 9 gol).
Max Meyer dihormati dengan "Sepatu Emas" dan "Pemain paling berharga" di UEFA European Championship U17 mencetak 3 gol dalam 5 penampilan.



Ada juga pemain yang mungkin menjadi bintang masa depan sepakbola yang menurut saya belum bisa masuk daftar karena usia yang lebih muda atau bermain di liga kasta bawah seperti Charly Musonda (15 thn, Chelsea) , Neilton (Santos, 18 tahun the "Next Neymar") ,dan Bruno Mendes (18 tahun, Botafogo).
(Y.A.)

Sumber lainnya : bolanet, goal.com, dan mypassionforfootballmanager.












Menginspirasi : Benih Sang Kaisar



Pernah ada seorang kaisar di Timur Jauh yang sudah tua dan tahu sudah datang waktunya untuk memilih penggantinya. Ia tidak memilih dari salah seorang asistennya atau salah satu dari anak-anaknya sendiri, tetapi ia memutuskan untuk melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda.


Ia memanggil semua pemuda di dalam kerajaan bersama-sama dalam satu hari. Dia berkata, "Ini telah datang waktunya bagi saya untuk turun dan memilih kaisar berikutnya. Saya telah memutuskan untuk memilih salah satu dari kalian." Anak-anak itu terkejut! Tetapi, sang kaisar melanjutkan. "Aku akan memberikan masing-masing dari kalian sebuah biji hari ini. Satu benih. Ini adalah benih yang sangat istimewa. Aku ingin kalian pulang, menanam benih, disiram dan kembali ke sini satu tahun dari hari ini dengan apa yang kalian telah tumbuhkan dari satu biji ini. Aku akan menilai tanaman yang kalian berikan untuk saya, dan yang terbaik saya pilih dan akan menjadi kaisar kerajaan berikutnya! "

Ada seorang anak laki-laki yang bernama Ling berada di sana pada hari itu dan ia, seperti yang lain, menerima benih. Ia pulang ke rumah dan datang kepada ibunya dengan penuh semangat menceritakan cerita tsb. Dia membantunya mengatur panci dan tanah penyemaian, lalu ia menanam benih dan menyiramnya dengan hati-hati. Setiap hari ia menyiraminya dan memeriksa untuk melihat apakah benih itu telah tumbuh.

Setelah sekitar tiga minggu, beberapa pemuda lainnya mulai berbicara tentang bibit dan tanaman yang sudah mulai tumbuh. Ling terus pulang dan memeriksa benihnya, tapi tidak pernah tumbuh. Tiga minggu, empat minggu, lima minggu berlalu. Masih belum apa-apa.

Setiap saat ,orang lain selalu membicarakan tanaman mereka, namun Ling tidak punya tanaman, dan ia merasa gagal. Enam bulan berlalu, masi yang ada hanya pot. Dia tahu bahwa benih yang ia dapatkan sudah mati. Orang lain pohon-pohon dan tanamannya tinggi, tapi dia tidak punya apa-apa. Ling tidak berkata apa-apa kepada teman-temannya. Dia hanya terus menunggu benih untuk tumbuh.
Setahun akhirnya berlalu dan semua pemuda dari kerajaan membawa tanaman mereka kepada kaisar untuk diperiksa. Ling mengatakan pada ibunya bahwa ia tidak akan membawa pot kosong. Tapi dia mendorongnya untuk pergi, dan untuk membawa pot yang kosong itu, dia harus jujur tentang apa yang terjadi. Ling merasa malu, tapi ia tahu ibunya benar. Ia membawa potnya yang kosong ke istana.

Ketika Ling tiba, ia kagum melihat berbagai jenis tanaman tumbuh milik sluruh pemuda lain. Semua tanaman indah, dalam segala bentuk dan ukuran. Ling menaruh potnya yang kosong di lantai dan banyak pemuda lain menertawakannya. Beberapa pemuda menyindir kepadanya dan berkata, "Hei coba lihat ,itu bagus!!!."

Ketika kaisar tiba, ia mengamati ruangan dan menyapa orang-orang muda. Ling hanya mencoba untuk bersembunyi di belakang. "Wah, tanamannya sudah besar, pohon-pohon dan bunga Anda telah tumbuh," kata sang kaisar. "Hari ini, salah satu dari kalian akan ditunjuk kaisar berikutnya!"

Tiba-tiba, sang kaisar melihat Ling di belakang ruangan dengan potnya yang kosong. Ia memerintahkan para penjaga untuk membawanya ke depan. Ling ketakutan. "Kaisar tahu aku gagal! Mungkin dia akan membunuhku!"

Ketika Ling sampai di depan, Kaisar menanyakan namanya. "Nama saya Ling," jawabnya. Semua anak-anak tertawa dan mengolok-oloknya. Kaisar meminta semua orang tenang. Ia menatap Ling, dan kemudian mengumumkan kepada orang banyak, "Lihatlah kaisar baru Anda! Namanya adalah Ling!" Ling tak mempercayainya. Ling tidak bisa menumbuhkan benihnya. Bagaimana ia bisa menjadi kaisar baru?

Kemudian kaisar berkata, "Satu tahun yang lalu dari hari ini, aku memberi semua orang di sini sebuah benih. Aku bilang kepada kalian untuk menanam benih tanaman itu, menyirami, dan membawanya kembali kepadaku hari ini. Tapi aku memberi kalian semua benih yang telah direbus dan tidak akan tumbuh. Kalian semua, kecuali Ling, telah membawa saya tanaman dan pohon-pohon dan bunga. Bila Anda menemukan bahwa benih tidak akan tumbuh, Anda menggantinya dengan benih lain yang kuberikan padamu. Ling adalah satu-satunya dengan keberanian dan kejujuran untuk membawakan pot dengan benih yang saya berikan. Oleh karena itu, ia adalah orang yang akan menjadi kaisar baru! "

Sumber : 100 Kisah yang Menggetarkan Jiwa Anda, oleh Xavier Quentin Pranata, penerbit
Yayasan ANDI, Yogyakarta 2000

Sunday, 11 November 2012

Kado Untuk Samuel




“Aku menemukan sisi lain dari keindahan dunia ini saat mengenalmu dan ketika aku kehilangan dirimu, engkau menjadi inspirasi bagiku.”
Dewa Klasik Alexander
(  @MotivatorSuper )
12926784181062922423
12915650891304406632
Aku meneguk sisa es teh tawar yang masih tersisa di gelasku. Ketika aku masih menikmatinya ekor mataku menangkap sosok anak laki-laki yang memperhatikanku. Matanya menatapku. Sebuah tatapan yang menusuk ke dalam hatiku. Tatapan yang penuh iba. Aku meletakkan gelas yang hanya menyisakan es batu yang masih membeku.
“Bu, anak kecil yang duduk di pinggir jalan itu siapa ya?” tanyaku penasaran kepada pemilik warung sambil memandang anak laki-laki tersebut.
“Ow… Duh, kasihan tuh anak, bang!”
“Kasihan kenapa, bu?”
“Sudah seminggu bapanya meninggal gara-gara sakit. Ibunya sih meninggal pas melahirkan dia. Dia ngga punya keluarga lagi. Sekarang sih dia tidur di mana saja karena di usir dari kontrakan.”
“Begitu ya, bu!”
Selesai membayar es teh tawar yang aku pesan. Aku menghampiri anak laki-laki yang hanya mengenakan pakaian kumal tanpa alas kaki. Entah sudah berapa lama dia tidak mengganti pakaiannya.
Semakin aku mendekatinya semakin jelas kelihatan kalau tubuhnya tidak terurus. Dia terus menatapku sampai aku duduk di sampingnya.
“Nama kamu siapa dek?” tanyaku dengan nada bersahabat sambil mengukir sebuah senyuman.
“Aku lapar, kak!” ucapnya sambil memegang perutnya.
Aku mencoba mengingat uang yang masih tersisa di saku dan dompetku. Hanya ada selembar sepuluh ribuan dan dua koin lima ratus.
“Nanti kakak belikan kamu makanan. Tapi nama kamu siapa?” Sekali lagi aku menanyakan namanya.
“Benar kak? Serius? Kakak ngga bohongkan?”
“Iya. Ngapain bohong? Tapi nama kamu siapa?”
Aku melihat senyuman manisnya yang memancarkan barisan giginya yang tersusun rapi tapi berwarna kuning karena tidak pernah disikat.
“Namaku Samuel Lie. Dipanggilnya Samuel. Kalau kakak?”
“Dewantara, panggil saja kak Tara!”
Dia mengulurkan tangannya lalu kusambut. Sebuah jabatan salam perkenalan yang hangat. Terasa kalau tangannya penuh dengan debu ketika tanganku bersentuhan dengan tangan munggilnya. Kukunya yang panjang menyembunyikan daki berwarna hitam di setiap kuku jarinya.
“Yuk, kita makan.”
“Di mana kak?”
“Tuh ada warteg!” ucapku sambil menunjuk sebuah warteg.
Dengan langkah semangat Samuel memegang tanganku dan menuntunku ke warteg tersebut. Wajah murungnya berubah menjadi ceria.
Aku hanya memandangnya dengan mata yang hampir copot. Lahap sekali anak ini makan. Kurang dari lima menit, makanan yang aku pesan sudah tidak tersisa lagi. Sampai menjilat jarinya segala.
“Terima kasih ya, kak!” ucapnya dengan malu-malu.
“Sama-sama,” balasku terharu meski aku tahu jatah makan malamku sudah tidak ada lagi.
*****
Aku manatap Samuel yang tidur terlelap yang hanya beralaskan koran dan tumpukan baju di kosku yang hanya berukuran 2×1,5 meter. Masih terngiang pembicaraan antara aku dengan Samuel sebelum dia terlelap.
“Aku panggil kakak dengan sebutan Ko Dewa ya?”
Aku menatapnya dengan keheranan di antara terang yang dipancarkan lilin kecil. Anehkan? Kos yang aku tinggali hanya seratus ribu sebulan. Tanpa listrik dan tanpa kamar mandi. Jadi kalau mau mandi harus ke WC umum. Itu pun harus bayar. Suara kereta api yang lewat persis di depan kosku sudah menjadi musik tersendiri bagiku. Kata orang ada harga, ada mutu. Seperti itulah gambaran kos di pinggiran rel kereta api.
“Dulu aku punya koko.”
“Trus koko kamu di mana sekarang?”
Hening. Sunyi. Bisu.
“Koko… Koko meninggal karena sakit sama seperti papa. Namanya Ko Daniel.”
Kembali kesunyian mencekam.
“Ngga apa-apakan kalau aku manggil kakak dengan panggilan Ko Dewa?”
Aku berusaha untuk tersenyum, “panggil saja Ko Tara, ya?”
“Oklah kalau begitu.”
Aku tertawa dengan tingkah lakunya yang masih polos.
Karena lelah Samuel langsung tidur terlelap. Sementara aku berusaha menutup mataku diantara suara perutku yang berbunyi karena kelaparan.

*****
12915651631596054007
“Koko pengen punya toko sendiri,” celotehku ketika mengajaknya ke tempatku bekerja. “Ngga perlu besar, yang penting milik sendiri.”
“Kenapa ngga jadi koki saja?”
“Koki?”
“Iya. Bisa makan sepuasnya. Kita makan ya ko?”
“Kamu lapar?”
“Lapar setengah mati.”
“Tapi uang koko tinggal seribu rupiah. Cuma bisa beli gorengan.”
Samuel hanya menatapku.
“Kamu disini ya, koko beliin kamu gorengan dulu.”
“Iya ko.”
Aku berlari untuk membeli dua potong pisang goreng. Begitu kembali, mata Samuel berbinar-binar ketika menerima dua potong pisang goreng.
“Ini untuk aku dan ini untuk koko,” ucapnya sambil menyerahkan sepotong pisang goreng.
“Untuk kamu saja ya!”
“Ngga mau! Koko kan belum makan apa-apa dari semalam?”
Dengan berat hati aku memakannya juga.
Setelah itu aku langsung melakukan tugasku ketika tiba di toko. Membuka toko, lalu membersihkannya, melayani pembeli dan kemudian menutupnya. Gajinya sih cukup untuk bayar kos, makan, kebutuhan sehari-hari dan biaya transportasi. Tapi beruntung Ko Willy, si empunya toko berbaik hati mengizinkan aku memakai komputernya untuk jualan online. Aku menjual tas yang ada di toko Ko Willy di blogku yang kuberiMotivatorSuper.com . Keuntungannya memang sedikit. Tapi aku percaya, setia dalam hal yang kecil maka Tuhan akan mempercayakan hal yang lebih besar lagi.
“Nanti kalau ada yang beli tas sama koko, nanti koko traktir kamu di KFC.”
“Wow! Samuel doain semoga laku. AMIN”
Aku hanya tersenyum. Apa lagi melihat tubuhnya sudah bersih. Meski baju yang dikenakannya kebesaran.
Aku belum bisa membelikan Samuel baju sehinga mau ngga mau dia harus memakai pakaianku.

*****
“Kamu sikat gigi pakai garam ya?”
Samuel menatapku dengan kebingungan.
“Odolnya habis. Koko belum bisa beli.”
“Ow.”
“Begini caranya…” ucapku lalu mengambil garam dengan telunjuk tanganku dan menggosokkannya ke gigiku.
“Asin ko!”
Aku tersenyum meski hatiku perih.
“Yah iyalah masa manis.”

*****
12915651891207257977
“Badanmu panas,” keluhku bingung ketika tanpa sengaja menyentuh tubuhnya. “Kamu sakit ya?”
Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut munggil Samuel yang merah. Dahinya berkerut dan bibirnya mendesah menahan sakit.
Sementara di luar kos, gerimis mulai turun.
Tubuh Samuel kedinginan. Tidak ada jaket atau selimut. Aku berusaha menghangatkan tubuhnya dengan menempelkan beberapa baju ke seluruh tubuhnya.
“Kita ke dokter ya?” usulku, meski aku sendiri tidak yakin mendapat pertolongan tanpa uang yang cukup. Orang miskin dilarang sakit! Kalau berobat harus pinjam sana-sini buat biaya berobat. Setelah sembuh kerja keras lagi buat bayar hutang.
Aku semakin bingung ketika Samuel tidak menjawab. Dia hanya mengerang dengan mata tertutup rapat.
Aku menggendong tubuh Samuel dan membawanya ke rumah sakit terdekat. Entah kenapa aku takut kehilangan Samuel. Meski baru dua minggu mengenalnya. Rasanya seperti terjalin ikatan batin yang kuat diantara kami.
Sehari tanpa ocehan Samuel rasanya ada yang aneh. Pertanyaan-pertanyaan sering terlontar dari mulutnya hingga kadang aku kewalahan menjawabnya.
“Woi, mau ke mana loe?” sergah satpam rumah sakit ketika melihatku. “Enak saja main masuk!”
“Adik saya sakit, pak?”
Satpam tersebut memandangku dan Samuel berkali-kali. Mungkin dia bingung, aku yang pribumi memiliki adik yang keturunan Tionghoa.
“Bawa saja ke rumah sakit lain. Di sini bayarnya mahal. Ngga terima pasien kayak begini!”
Ya Tuhan? Apa rumah sakit ini hanya menerima pasien yang menaiki mobil mewah yang bisa di rawat di sini? Sementara orang miskin sepertiku tidak diterima?
Ketika satpam tersebut mengarahkan mobil mewah untuk mendapatkan parkir aku langsung menerobos masuk. Aku tetap nekat untuk masuk. Apa pun akan aku lakukan untuk Samuel. Satpam tersebut hanya pasrah dengan sikapku. Aku tidak menghiraukan tatapan orang yang melihatku basah kuyup tanpa alas kaki. Sandal nyang kupakai tadi putus. Mungkin sudah waktunya untuk diganti.
Aku tidak menghiraukan tatapan orang yang memandangku. Dinginnya AC menusuk hingga tulang sum-sumku.

*****
12915652261633796255
Empat hari kemudian.
“Hemofilia?” tanyaku kaget.
“Penyakit gangguan pembekuan darah dan diturunkan oleh melalui kromosn X,” ucap dokter muda yang cantik perawakannya memberiku penjelasan.
Aku menggagumi kecantikannya.
“Tapi selama ini tidak ada keanehan yang saya temui, seperti pendarahan yang terus menerus atau terjadi benturan pada tubuhnya yang mengakibatkan kebiru-biruan. Kalau boleh tahu, Samuel mengidap hemofilia A atau Hemofilia B, dok?”
“Begitu ya? Hemofilia B.”
Aku terdiam.
“Tidak hanya itu, hasil pemeriksaan menyatakan kalau dia juga positif HIV.”
Aku berdiri seperti patung. Samuel yang masih berumur enam tahun mengidap HIV? Ayah atau ibunyakah yang menularkan? Atau karena dia pernah menjalani transfusi darah dan ternyata Human Immunodeficiency Virus lolos dalam transfusi darah yang dijalanninya.
Kini aku tahu, kenapa tidak ada satu pun keluarganya yang mau menampungnya yang sebatang kara. Mungkin ayahnya meninggal karena HIV juga. Entahlah.
Aku menatap wajah pucat Samuel yang terbaring lemah dengan infus yang terpasang ditubuhnya. Selama Samuel di rawat tidak ada satu pun kata keluh kesah yang keluar dari mulutnya.
Masih jelas tergambar di memoriku pembicaraan kami berdua ketika mengajaknya makan di KFC di salah satu mal di bilangan Jakarta Barat.
“Samuel pengen kado natal!” Ungkap Samuel tiba-tiba begitu melihat nuansa natal yang menghiasi setiap penjuru mal.
“Mau kado apa?”
“Cuma pengen boneka Tazmania.”
“Nanti koko belikan kalau koko sudah punya duit. Beberapa harri ini belum ada tas yang laku. Nanti koko belikan boneka Tazmania yang gede.”
“Yang kecil juga ngga apa-apa kok.”
“Tapi jangan lupa berdoa ya.”
“So, pasti!”
Malamnya sebelum beranjak tidur, kembali dia mengutarakan keinginannya.
“Koko pasti belikan buat kamu. Berharap sebelum natal banyak tas yang laku.”
“Amin!” teriaknya memecah kesunyian malam.
Hatiku miris, seharian aku dan Samuel hanya minum air kran. Tidak ada duit yang tersisa.
“Maafkan koko, Samuel,” bisikku dalam hati sambil mengusap kepalanya.
Menit berikutnya.
Dia mengajakku berdoa. Biasanya aku yang mengajaknya.
“Tuhan… Berkati Ko Tara ya. Berkati pekerjaannya dan usaha on…”
“Online.” timpalku yang mengetahuinya kesulitan menyebut kata tersebut.
“Usaha onlinenya. Berkati juga bloknya.”
Aku tersenyum ketika dia menyebut kata blog dengak pemakaian huruf K dibelakangnya.
“Nama blognya apa ko?”
“MotivatorSuper.com,” ucapku dengan perlahan-lahan.”
“Berkati MotivatorSuper dot kom ya Tuhan. Biar banyak orang yang diberkati.”
Aku terharu. Aku meneteskan air mataku.

*****
“Ko, aku mau pulang saja!”
“Kenapa sayang? Di sinikan enak? Ngga kayak di kos koko.”
“Tapi aku kasihan koko harus berhutang untuk bayar semuanya.”
Diam. Sesak.
“Kamu jangan pikirkan itu ya, sayang. Tuhan pasti cukupkan semuanya.”
Tidak ada pilihan selain meminjam uang dengan Ko Willy dengan jaminan gajiku di potong setengah dari seharusnya aku terima setiap bulan.
Sebatang kara seperti ini tidak bisa berharap pertolongan kepada keluarga. Ah, betapa indahnya kalau masih memiliki keluarga. Teman? Ini Jakarta. Uang ngga jatuh dari pohon kayak daun kering. Siapa yang mau memberikan pinjaman kepadaku tanpa jaminan apa-apa yang bisa disita kalau tidak mampu melunasi hutang yang ada? Memberikan pinjaman ke keluarga sendiri saja masih pakai hitung-hitungan. Kalau mau nyumbang harus di ekspos. Berharap kepada manusia memang sering mengecewakan.
“Kamu harus di rawat di sini supaya cepat sembuh.”
“Ko…. Maafkan aku.”
“Kenapa harus minta maaf?”
“Aku sudah merepotkan koko.”
Aku menggenggam tangannya. “Kamu tidak merepotkan kok. Percayalah! Koko malah senang bisa berkorban buat kamu.”
******
12915652635125962
1291565283359961275
1291565305740409917
Segala macam usaha telah di coba oleh tim dokter yang menangani Samuel. Sudah dua minggu terakhir ini berbagai obat pun silih berganti dimasukkan ke dalam tubuhnya.
Setiap hari berjam-jam aku menemaninya setelah pulang dari jaga toko. Mengobrol, bergurau atau kadang-kadang berdongeng untuknya.
“Ko, apa artinya meninggal dunia?”
Pertanyaan yang menghentakkan diriku yang lelah dan lapar. HIV sudah memorak-porandakan seluruh sistem pertahanan tubuh Samuel. Infeksi yang tidak terlalu berat pun dapat menimbulkan penyakit yang fatal.
“Artinya, kamu akan suatu tempat yang jauh. Tempat di mana kamu berasal.”
“Perginya sendirian?” tanyanya lemah.
Mataku berkaca-kaca. Namun aku mencoba untuk menahan agar air mata itu tidak jatuh.
“Sendirian. Tapi kamu jangan takut.”
“Kalau aku meninggal dunia, siapa yang akan menemani koko?”
Akhirnya air mataku juga jatuh. Diantara penderitaannya dia masih memikirkanku.
“Aku tahu, koko sering ngga makan biar aku kenyang. Koko sering jalan kaki pulang pergi ke toko biar bisa belikan aku sesuatu setiap hari. Nanti di sana, siapa yang motongin kuku Samuel?” ucapnya sambil meneteskan air matanya.
Aku memeluknya.
“Kamu ngga usah mikirin koko ya, sayang!  Tuhan pasti menjaga koko.”
“Nanti kalau aku sudah besar dan punya uang yang banyak. Aku mau belikan koko sebuah toko. Biar koko ngga usah kerja lagi. Trus belikan koko rumah dan mobil, biar kalau hujan bisa tetap tidur enak dan tidak perlu lagi jalan kaki.”
Mulutku tertutup rapat. Bungkam. Tak ada kata yang bisa melewati kerongkonganku. Di tengah rasa sakitnya, dia masih menyimpan sebuah impian. Bukan keluh kesah karena sakit yang di deranya.
******
1291565334890052374

Aku membawa sebuah boneka Tazmania kecil untuk Samuel. Samuel yang terbaring lemah memaksakan senyumannya.
“Ko…”
“Kenapa sayang?”
“Besok aku tidak bisa ikut koko natalan di gereja.”
“Ngga apa-apa.”
“Kamu suka ngga bonekanya?”
“Terima… kasih… ya, ko! Bonekanya bagus banget.”
“Maafkan koko ya. Koko ngga bisa belikan kamu boneka yang gede.”
“Ko, aku mau… kasih koko… kado.”
Aku tercengang!
“Aku cuma… bisa kasih lagu buat koko…”
Aku mendekatkan kupingku di wajah Samuel. Suaranya semakin pelan.
“Ku yakin saat Kau berfirman
Ku menang saat Kau bertindak
Hidupku hanya ditentukan oleh perkataanMu
Ku aman karna Kau menjaga
Ku kuat karna Kau menopang
Hidupku hanya ditentukan oleh kuasaMu
Bagi Tuhan tak ada yang mustahil
Bagi Tuhan tak ada yang tak mungkin
MujizatNya disediakan bagiku
Ku diangkat dan dipulihkanNya”
Air mataku terus jatuh ketika dengan susah payah dia menyelesaikan lagu tersebut. Meski sudah tidak ada lagi harapan Samuel tetap percaya mujizat itu ada.
“Selamat natal ya ko,” ucapnya dengan sangat pelan.
“Selamat natal juga sayang.”
“Ko…”
“Iya, sayang!”
“Koko bisa nyanyikan aku sebuah lagu…”
Tanpa berpikir panjang aku memenuhi permintaan Samuel. Lagu kegemarannya…

Dalam segala perkara
Tuhan punya rencana
Yang lebih besar dari
Semua yang terpikirkan
Apapun yang Kau perbuat
Tak ada maksud jahat
Sebab itu kulakukan
Semua dengan-Mu Tuhan
Reff:
Ku tak akan menyerah pada apapun juga
Sebelum ku coba, semua yang ku bisa
Tetapi kuberserah kepada kehendak-Mu
Hatiku percaya Tuhan punya rencana.
Tangan kanan Samuel mendekap boneka Tazmanianya sementara tangan kirinya menggengam tanganku.
Genggamannya makin lama makin lembut hingga tak ada lagi nadinya yang berdetak.
“Surga menantimu, pahlawan kecilku,” bisikku dikupingnya yang dingin.
12915653581392454104
12915653731802124900
*****
TAMAT
( NANTIKAN NOVELnya yang akan segera diterbitkan. AMIN)
Cerpen ini saya dedikasikan untuk ODHA (orang dengan HIV/AIDS), percayalah kalian adalah makluk tuhan yang paling bahagia dan berharga di mata Tuhan dengan keadaan apapun.
“Jauhi virusnya bukan orangnya.”

*Terima kasih untuk semua sahabat yang membaca kisahnya dan yang telah share link kisahnya di twitter, FB dan via bb  :)
Semoga tulisan saya ini bermanfaat bagi banyak pembaca.
Twitter :  @Dewa_Klasik dan @MotivatorSuper