Sunday, 3 April 2016

3 Alasan Orang Menjauhi Gerejanya




Saya baru hidup selama 21 tahun , ya tentunya masih sangat muda. Umur saya terbilang masih sangat panjang, oleh karena itu saya sangat antusias dalam mempelajari kebenaran. Saya seorang Kristen, dari garis keturunan memang orang Kristen. Saya mempelajari kebenaran ya hanya dari Alkitab, bukan dari buku ilmu pengetahuan dan sebagainya.
Selama saya tinggal memijak kaki di bumi ini, sudah saya temui beberapa orang yang memiliki pandangan hidup yang berbeda-beda. Selain memiliki agama yang berbeda, juga memiliki pola pikir yang berbeda. Dalam artikel ini , saya mencoba untuk menelaah bagaimana seseorang bisa menjauh dari kehidupan beragamanya. Karena selama saya sekolah hingga kuliah, banyak saya menjumpai beberapa orang secara langsung maupun tidak langsung yang masih belum mempercayai Yesus dalam hidupnya. Ada juga mereka yang sangat logis, dengan anggapan bahwa Tuhan itu tidak ada , lebih baik saya mempelajari ilmu pengetahuan karena itu jelas terbukti!
Oke saya sebagai “mahasiswa Kristen” akan membahas hal tersebut. Walaupun saya bukanlah seorang teologia, tapi saya cukup mengetahui permasalahan ini. Memang pengetahuan akan alkitab saya belumlah sempurna, namun saya hanya akan mengulasnya sesuai pengetahuan saya. Sekali lagi saya katakan saya bukan mahasiswa teologia, tapi saya gemar menulis dan mengutarakan pendapat.

1. Kalau hidup baik-baik, dekat dengan Tuhan, rajin pelayanan, rajin gereja, ah saya dipandang lemah. Saya ingin bergabung dengan mereka yang berani dalam menjalani hidup! Saya ingin punya banyak teman!
            Suatu hari saya mengajak teman saya pergi ke sekolah bareng. Waktu itu saya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Sebenaranya sebelumnya kami tidak pernah berangkat sekolah sama-sama. Tapi karena kebetulan di jalan kami bertemu, lalu kami pun berangkat bersama-sama. Di tengah perjalanan kami bercerita. Lalu saya bertanya kepada dia , “Kenapa kamu bergabung dengan orang-orang bandal itu, padahal dulunya kamu baik, rajin ke Gereja pula. Sekarang ke Gereja pun gak pernah”. Lalu dia mengatakan dengan sambil tertawa kecil ,”Saya tidak suka berteman dengan orang-orang yang terlalu baik. Lalu saya bertanya heran Kalau gitu kenapa kamu dulu berteman dengan mereka? Dia pun menjawab ,“Ya kalau dulu memang saya berteman sama mereka , karena awalnya ya kenal sama mereka. Tapi semakin lama semakin gak enak, mereka itu bolos gak mau, keluar malam gak mau, bekerjasama waktu ujian gak mau, tapi semenjak saya bergabung dengan teman-teman saya sekarang, saya lebih bisa menikmati masa-masa sekolah ! Saya lebih kuat dan berani dan orang-orang pasti akan segan pada saya, mana ada orang yang berani ganggu saya karena teman saya banyak!”
Dari perkataan teman saya, saya bisa menangkap bahwa dia hanya ingin dianggap kuat dan berani oleh orang-orang sekitarnya. Anggapan dia adalah bahwa orang Kristen yang taat beribadah merupakan orang tidak yang tidak bisa apa-apa. Setelah hal tersebut berlalu, hingga kini pun saya banyak menjumpai orang seperti itu.
Saya mencoba mencari tahu apa maksud kata kuat dan berani yang dia katakan. Mungkin setiap orang memiliki mindset yang berbeda-beda. Kuat dan berani dapat diartikan dengan melanggar aturan dan hukum yang berlaku. Tapi menurut mindset saya, orang yang kuat dan berani adalah orang yang bisa mengendalikan tingkah lakunya , dan berani itu adalah orang yang berani mempertahankan imannya walaupun harus bertaruh nyawa.
Kita lihat dari kisah Paulus, dulunya Paulus (Saulus) adalah pembenci orang-orang Kristen. Dia membunuh siapa saja yang percaya pada Yesus dengan keji. Sampai pada akhirnya dia bertobat, dan menyerahkan seluruh kehidupannya kepada Yesus. Dia pun memberitakan injil dari Asia Kecil hingga ke Roma. Bahkan beberapa pihak mengatakan akhir hidupnya adalah di Roma dengan menerima hukuman mati.
Kita juga bisa melihat kisah sebelumnya yang dihadapi Stefanus. Stefanus adalah seorang diaken dan dikenal memiliki keberanian dalam menyebarkan injil setelah zaman Yesus Kristus. Tapi oleh karena pelayanannya, dia diadili dan dirajam sampai mati. Pada saat itu Paulus (Saulus) ada disitu menyaksikan kematian Stefanus (sebelum Paulus menerima Tuhan Yesus).
Dari kedua kisah itu, kita dapat menyimpulkan sebenarnya orang yang kuat dan berani adalah orang seperti Stefanus dan Paulus. Mereka percaya kepada Yesus dan mengikuti Yesus. Mereka berani menentang “aturan-aturan yang salah” , bukan mengikuti aturan yang salah tersebut !
Dalam awang-awang saya, andaikan dulu saya bisa menegur teman saya yang dulu , mungkin dia akan berpikir dua kali. Tapi selama ini saya akan terus mempelajari kebenaran. Walaupun saya bukan mahasiswa teologia, tapi saya mencoba mempelajari “dasar” dari kehidupan.

2. Saya gak mau ke Gereja, karena orang-orang di Gereja itu munafik! Bahkan banyak pendeta yang munafik!
Dalam kasus ini, saya sangat sering menjumpai “anak-anak Tuhan” yang memiliki pandangan seperti ini. Tidak hanya pada anak-anak muda, namun pada orang yang sudah berumah tangga pun masih memelihara pola pikir seperti itu. Hingga kini mereka tidak pernah ke Gereja. Saya mendengar percakapan saudara saya dengan seorang bapak mengenai Ibadah kepada Tuhan. Bapak tersebut percaya kepada Tuhan, tapi dalam kepercayaannya dia tidak mau sama sekali ke Gereja. Dia menganggap dalam Gereja itu banyak sekali orang munafik, mulai dari main duit persembahan, kehidupan sosial para pendeta, dan jemaat-jemaatnya yang penyembahannya di Gereja tidak sesuai dengan apa yang dilakukannya sehari-hari.
Saya mendengarkan percakapan mereka yang saling beradu pendapat. Saudara saya meyakini bahwa tujuan kita pergi ke Gereja adalah untuk beribadah kepada Tuhan, bukan beribadah kepada manusia, dalam artian kita gak usah memikirkan bagaimana manusia di dalam Gereja itu, fokus kita ya hanya pada Tuhan saja. Karena sesungguhnya itu rumah Tuhan! Manusia-manusia itu hanya pengurus rumah itu, tamu ataupun pendatang. Pemilik rumah itu adalah Tuhan!
Bayangkan pada saat kita menjunjung ilmu di Perguruan Tinggi, kita banyak menemukan orang-orang yang “nakal”. Kita merasa sangat tidak betah saat pergi ke kampus karena tidak kunjung menemukan teman yang sesuai. Apalagi dosennya dikenal banyak yang malas. Apakah kita jadi tidak pergi ke kuliah? Oke, mungkin sebagian kita berpikir mending pindah ke kampus lain saja. Tapi apakah sudah pasti  kampus yang akan kita tempati lagi kondisinya berbeda 180°? Belum tentu. Karena pasti “ada saja” orang-orang seperti itu dalam lingkungan kita.
Kita lihat Gubernur DKI Jakarta saat ini, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dia dikenal orang yang jujur, tegas, dan berani. Namun orang-orang terdekatnya seperti anggota dan pimpinan DPRD DKI banyak yang korupsi. Bagaimana cara dia berelasi dengan orang seperti itu? Ditambah lagi masyarakat Jakarta yang sangat keras dan beberapa pihak yang menentang dia. Apakah dia mundur sebagai Gubernur? Tidak. Dia malah berusaha menentang itu semua!
Seperti itulah mental kita seharusnya, sama seperti kita kuliah, tujuan kita yaitu mendapat gelar Sarjana dan mendapat pengetahuan dari kuliah , dan sebagai Gubernur DKI yaitu dengan tujuan membuat kota tersebut aman, tertib, dan tenteram. Begitu juga pada saat kita ke Gereja, apa tujuan kita? Jelas tujuan kita untuk memuliakan Tuhan. Apabila kita masih memiliki pikiran seperti yang diatas tadi, berarti jelas tujuan kita ke Gereja karena hanya rutinitas. Kita tidak punya kerinduan untuk mendengarkan suara Tuhan dan memuliakan Tuhan. Kita tidak punya keinginan untuk memahami firman Tuhan lebih lagi.
Tapi, kenalan saya pernah berkata, kalau begitu lebih baik gereja di rumah!
Bagaimana menurut kalian? Sekali lagi saya bukan mahasiswa teologia , tapi saya akan menentang itu. Yang namanya pergi ke Gereja yaitu pergi bersekutu bersama-sama ke rumah Tuhan. Disana pasti ada pendeta, pelayan, dan jemaat. Beda dong dengan di rumah. Lalu apakah dengan di rumah kita bisa memahami isi Alkitab yang kita baca? Belum tentu. Tapi kalau di Gereja kita bisa lebih memahaminya, karena ada pendeta yang menjelaskan maksud dari isi Alkitab yang dibaca.
Lalu saya bertanya kepada diri sendiri, Untuk apa dibangun Bait Allah itu? Tentu kalau semua orang berpikir bisa gereja di rumah, Bait Allah itu tidak akan pernah ada! Sedangkan pada zaman Yesus, Bait Allah itu sudah ada. Yesus bahkan pernah memporakporandakan Bait Allah yang dijadikan tempat berjualan. Itu artinya Bait Allah sangat penting!

3. Masih belum yakin kalau Tuhan itu ada, karena tidak didukung oleh ilmu pengetahuan yang mereka pelajari. Lalu kalau Tuhan itu ada, mengapa Dia mengizinkan penderitaan menghampiriku?
Ini merupakan pendapat orang-orang yang memposisikan dirinya terlalu pintar dan mengerti akan kondisi dunia saat ini. Saya memiliki tetangga beragama Kristen, namun dia masih mempertanyakan keberadaan Tuhan. Saat bercakap-cakap dengan ibu saya, saya mendengarkan bahwa dia sama sekali menolak Yesus. Dia mengatakan bahwa Allah itu tidak ada, dan Yesus itu hanya manusia biasa. Kalaupun Tuhan itu ada, kenapa sampai sekarang saya masih miskin seperti in? Anak-anak saya juga jadi anak yang membangkang?
Pada saat itu saya masih baru ‘lahir baru’ . Namun dalam hati saya, saya menentang dia. Ibu saya jelas seorang Kristen yang taat dan dia menanggapi hal ini dengan sangat serius. Saya mulai berpikir saat ini, mungkin orang itu (tetangga saya) sudah mendalami ilmu pengetahuan dengan sangat baik hingga tidak percaya adanya Allah.
Jika kita berbicara mengenai sejarah, saya cukup dalam mempelajari zaman sejarah , bahkan zaman pra-sejarah (sebelum adanya tulisan) saya pelajari. Jika kita berbicara mengenai pengetahuan dan kepercayaan akan Tuhan , kita bisa terbang ke zaman Yunani dan Babylonia dahulu. Awalnya bangsa Yunani lah yang sangat mempercayai pengetahuan dan tidak percaya akan adanya Dewa atau Tuhan. Orang Yunani adalah yang bisa menjelaskan bagaimana asal usul kehidupan menurut teori-teorinya. Berbeda dengan orang Babylonia yang sangat mengutamakan kepercayaan pada Tuhan atau Dewa. Pada dasarnya bangsa Yunani adalah bangsa yang maju. Tapi kita lihat, kita coba pahami pendapat Aristoteles. Aristoteles merupakan orang Yunani, dan dikenal dengan pemikirannya yang hebat. Aristoteles pernah berkata bahwa ,”Segala sesuatu yang ada di dunia ini, pasti ada sesuatu yang menggerakkannya”. Kita tidak bisa memungkiri yang dimaksud adalah Tuhan. Bayangkan saja, Anda mempunyai smartphone yang canggih. Tapi Anda sadar kan bahwa itu buatan manusia? Begitu juga dengan komputer, bahkan rumah yang Anda tempati. Apakah itu terbentuk sendiri? Tidak. Tukang bangunan yang membangun rumah tersebut sedemikian rupa. Begitu juga dengan alam semesta ini, apakah mungkin itu terbentuk sendiri?
Berbeda dengan Stephen Hawking, Stephen justru tidak mempercayai keberadaan Tuhan. Stephen Hawking adalah seorang ahli fisika teoritis dari Britania Raya yang sangat terkenal. Dia berpendapat bahwa asal mula dunia ini bisa dijelaskan secara teori dan ilmu fisika. Dia mengatakan bahwa dengan adanya gravitasi lah bumi dan alam semesta dapat terbentuk sendiri.
Tapi saya sungguh tidak setuju dengan pendapat Stephen Hawking. Memang seperti itulah apabila agama dan ilmu pengetahuan disangkutpautkan. Beberapa pihak juga sangat ingin menguasai ilmu pengetahuan untuk menjadi penguasa akan dunia ini. Tapi seharusnya mereka memegang kata-kata Einstein , yang mengatakan bahwa Pengetahuan tanpa agama adalah lumpuh, agama tanpa pengetahuan adalah buta. Mungkin kita bisa menangkap dari sisi positif perkataan Einstein tersebut yang mengisyaratkan bahwa agama dan pengetahuan (sains) tidak dapat dipisahkan.
Saya sangat setuju bahwa Allah menciptakan dunia ini dan kita menurut gambar dan rupa-Nya. Dan Allah mengutus Yesus untuk menebus dosa kita umat manusia. Oleh iman kepada Yesus lah kita diselamatkan. Lalu, kalaupun benar mengapa saya masih menderita? Kehidupan saya tidak berubah walaupun saya memohon dan berdoa sungguh-sungguh kepada Tuhan?
Sekali lagi saya katakan bahwa saya bukanlah mahasiswa teologia, namun saya punya pendapat mengenai apa yang pernah saya pelajari dan saya pernah dengar dari khotbah pendeta. Kita lihat saja Ayub, dalam perjanjian lama. Dialah orang yang paling menderita di dunia ini. Satu per satu yang dimilikinya di dunia ini habis. Tapi dia tak pernah sekali-sekali menyalahkan Tuhan. Bahkan pada saat itu, “Tuhan yang mengizinkan iblis untuk mencobai Ayub”. Kita bisa melihat dari sisi pandangnya Ayub bahwa Tuhan lah yang memberinya hidup, maka nyawa dia juga ada di tangan Tuhan. Dengan ini berarti Ayub menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan. Dia adalah orang yang sangat setia. Apabila kita orang-orang yang benar-benar percaya kepada Tuhan, seharusnya kita menyerahkan seluruh hidup kita sama seperti Ayub.
Yah, dalam pengamatan saya memang masih banyak orang yang bergumul akan kepercayaannya kepada Tuhan. Karena segalanya bisa dibuktikan dengan sains dan teknologi. Tapi yang saya sangat sarankan adalah hiduplah untuk Tuhan. Karena Anda akan menemukan “kasih” yang sejati. “Kasih” itu sangat mahal , apabila Anda menguasai ilmu pengetahuan dan disertakan dengan “Kasih” , maka Anda akan menjadi orang yang luar biasa dan mampu mengubah dunia ini yang sudah miskin akan “Kasih” .


“Apabila seseorang ingin benar-benar sukses, dia harus Creative , creative dalam artian dekat dengan Sang Pencipta/ Creator , “kata-kata Ahok.”



Yosua Andreas

Tuesday, 10 November 2015

Badai Kan Berlalu, Chelsea


Pic : Chelsea saat mengangkat trofi Premier League musim 2014/2015


            Roda berputar… Roda kehidupan berputar… Demikian juga sepakbola. Tak selamanya kami berjaya, suatu saat kami akan merasa pahitnya dicaci maki. Begitulah Chelsea saat ini, baru saja menjuarai Premier League musim lalu, di musim ini Chelsea kering kerontang seperti singa yang kehilangan taringnya. Bayangkan saja, pasukan Jose Mourinho ini hanya bisa menang 3 kali, 2 seri, dan 7 kali kalah dalam 12 pertandingan awal di Premier League. Ini rekor yang sangat buruk, bahkan rekor terburuk bagi pelatih Jose Mourinho. Hal ini membawa Chelsea ke bagian dasar klasemen dengan raihan 11 poin dan berada di peringkat 16. Sungguh awal musim yang buruk mengingat tak satupun skuad ini mengalami perubahan dari musim lalu.
            Kami tak percaya hal ini bisa terjadi. Beberapa pihak mengaitkan hal ini dengan sikap dan perilaku Mourinho yang buruk. Mereka mengatakan Mourinho lah biang keladi atas semua ini. Kita lihat saja mula-mula dari kasus dokter Chelsea, Eva Carneiro. Hal ini terjadi saat Chelsea melawan Swansea 8 Agustus lalu. Eva masuk ke lapangan tanpa aba-aba dari pelatih untuk merawat Eden Hazard yang cedera ringan. Lalu menandu Hazard keluar lapangan, padahal saat itu Chelsea sedang bermain dengan 10 pemain saat sebelumnya Courtois dikartu merah. Hal ini membuat Mourinho berang dan memarahi Eva dengan kata-kata kasar. Hasil pertandingan pun imbang 2-2. Selepas itu, media membesar-besarkan kasus tersebut yang berhujung pada resign nya Eva Carneiro dari Chelsea. FA yang sempat menuduh Mourinho melakukan pelanggaran, tidak jadi menetapkan dia bersalah atas kasus ini.
Pic : Mourinho (kanan) saat bersitegang dengan Eva Carneiro (kiri)

            Setelah kejadian tersebut, performa Chelsea semakin lama semakin tenggelam. Kekalahan demi kekalahan dialami oleh The Blues. Bahkan bertanding di depan pendukungnya sendiri pun Chelsea kalah. Yang paling menyakitkan saat dibantai Manchester City 3-0 dan kalah melawan Everton 3-1. Itu seperti performa yang sangat buruk dialami oleh Chelsea. Mungkin itu dapat dikatakan cerminan awal kejatuhan Chelsea yang sedemikian drastis ini. Dapat dilihat setelah kekalahan melawan Everton itu, mental pemain benar-benar turun drastis. Hazard, Fabregas, Costa, bahkan pembelian terbaru Pedro pun tak bisa berbuat banyak. Eden Hazard yang musim lalu jadi pemain terbaik Chelsea dan Liga Inggris, sekarang baru dapat mencetak 1 gol. Fabregas yang merupakan assist terbanyak musim lalu, saat ini penampilannya sangat buruk. Bahkan Diego Costa yang merupakan top skorer Chelsea musim lalu, saat ini hanya mampu mencetak 3 gol sejauh ini.
            Penampilan buruk ini membuat selisih gol kemasukan dan kebobolan Chelsea minus. Sangat berbanding terbalik dengan musim lalu. Pemain-pemain Chelsea seperti tidak memiliki kepercayaan diri. Bahkan hampir dalam setiap pertandingan, Chelsea tak mampu menciptakan gol lewat skema serangan-serangan tertentu. Beberapa rentetan kekalahan ini yang membuat pasukan The Blues tidak memiliki keyakinan lagi. Apalagi saat laga melawan West Ham (24/10/2015) yang berakhir kekalahan 2-1. Gol yang diciptakan Andy Carroll di menit-menit akhir. Padahal Chelsea sudah sangat banyak berharap dengan gol dari Cahill yang menyamakan kedudukan. Pada saat itu Chelsea bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama karena Matic mendapat kartu kuning kedua. Hal ini begitu menyakitkan… Tapi, mereka sungguh sudah bekerja keras. Mereka sudah melakukan yang terbaik yang mereka bisa.
Pic : Kekalahan Chelsea melawan West Ham (24/10/2015)

            Laga melawan Liverpool, yang dikaitkan dengan laga penentu nasib Mourinho di Chelsea berakhir kekalahan telak. Padahal di menit-menit awal Chelsea unggul lebih dulu melalui gol Ramires. Penonton bersorak, kami memiliki harapan baru. Tapi beberapa kesalahan pemain belakang membuat Liverpool mampu membobol gawang kami  sebanyak 3 kali. Dua gol dibuat oleh Coutinho dan sisanya dibuat oleh pemain pengganti, Christian Benteke. Melalui kekalahan ini, kami semua sangat terpukul. Kekalahan ini membuat kami kehilangan harapan dapat menjuarai Premier League. Manchester City, Arsenal, MU sudah semakin jauh di depan. Kami juga pesimis akan nasib Mourinho saat ini. Terlebih lagi pertandingan selanjutnya melawan Stoke City yang kami pikir akan menang, justru menambah derita kami. Kekalahan melawan Stoke 1-0 membuat Chelsea jatuh di peringkat 16 klasemen sementara. Sungguh kami sangat tidak percaya dengan ini semua. Pemain sudah bekerja keras, tapi tidak memiliki cukup mental untuk menang.
Pic : Melawan Stoke City merupakan kekalahan ke-7 Chelsea awal musim ini

Sungguh tak ada lagi skema-skema serangan balik yang musim lalu diperagakan oleh Chelsea. Gol-gol hanya tercipta dari bola-bola mati dan gol bunuh diri. Itupun sangat sulit menciptakannya. Peluang-peluang di depan mata tidak dapat dimanfaatkan pemain dengan baik. Beruntung Chelsea memiliki pemain sekelas Willian. Willian sejauh ini mendapat apresiasi yang besar dari fans karena dia sering menciptakan gol-gol penting dari bola mati. Sudah 4 kali dia melakukannya. Gol-gol itu dibuatnya dari tendangan bebas jarak jauh. Hal ini dapat memberikan kami harapan walaupun hanya sedikit. Tapi kami butuh lebih dari itu. Kami harus menciptakan peluang-peluang berbahaya di depan gawang lawan.

Video gol Willian saat Chelsea mengalahkan Dynamo Kiev 2-1 (04/11/2015), secercah harapan bagi Chelsea


            Media santer memberitakan bahwa Mourinho akan segera meninggalkan Chelsea. Sejumlah nama pelatih pun telah dikaitkan dengan Chelsea saat ini. Tapi hati fans tetap menuju kepada Jose Mourinho. Kami begitu mengharapkan Chelsea bisa bangkit lagi. Mourinho yang lebih tahu kesalahan Chelsea saat ini apa, dia juga yang mampu memperbaikinya. Tapi apa daya bila pemain Chelsea sudah tidak memiliki kepercayaan lagi terhadap dirinya. Ini akan sangat sulit. Tim ini butuh kekuatan baru agar bisa bangkit. Mereka sudah terlalu sakit menahan derasnya badai saat ini. Pemain harus bisa memiliki keyakinan bahwa mereka adalah sang juara. Jangan tenggelam, Chelsea… Kami tahu, badai ini akan berlalu… Sabarlah, tetap lakukan yang terbaik… Bertahanlah dengan baik dan yakinlah bahwa setiap peluang yang diciptakan dapat berbuah gol. Hanya masalah mental yang perlu diperbaiki. Tetaplah percaya diri walaupun kemungkinan di depan sangat kecil. Tetap maju menembus badai ini, Chelsea… Jangan ragu, badai kan segera berlalu…
(Yosua AS)


Chelsea FC - It's Not Over Until I Win 



Saturday, 7 November 2015

Hukum Gravitasi Tak Berlaku di 5 Tempat Ini

Alam semesta penuh dengan misteri yang menantang para ilmuwan dan orang-orang yang mau berpikir untuk memecahkannya. Dalam hukum gravitasi yang diutarakan oleh Sir Isaac Newton, setiap benda akan selalu mempunyai gaya tarik menarik dengan benda lain. Contoh yang dikemukakan dalam bidang mekanika klasik adalah bahwa benda apapun yang ada di atas atmosfer akan ditarik oleh bumi di mana kekuatan gaya tarik bumi ini tergantung pada jarak antara benda tersebut dengan bumi, yang kemudian banyak dikenal sebagai fenomena benda jatuh.

Tetapi ternyata ada beberapa lokasi di bumi ini dimana hukum gravitasi tersebut nampaknya tidak berlaku. Contohnya bola yang digelindingkan ke bawah malah naik ke atas, atau mobil yang mesinnya dimatikan malah naik di tanjakan. Berikut daftar 5 tempat dimana nampaknya hukum gravitasi tidak berlaku seperti yang dikutip dari mbakbro.com:

1. Mystery Spot, Santa Cruz, California 


Tempat yang terletak di dalam sebuah hutan dan disebut sebagai Mystery Spot ini mempunyai keanehan akan gaya gravitasi. Tempat ini ditemukan pada tahun 1939 oleh beberapa penjelajah dan dibuka untuk umum mulai tahun 1940. Apabila Anda berkunjung ke area yang berbentuk lingkaran seluas 45 meter ini, Anda akan dibuat terkejut sekaligus bingung karena di tempat itu tubuh terasa jauh lebih ringan hingga Anda bisa berjalan miring di tembok!

Apabila Anda menggelindingkan sebuah bola, maka bola itu bukannya menggelinding turun tetapi malah akan naik. Demikian juga dengan pepohonan di area itu, mereka tumbuhnya miring. Beberapa orang menganggap bahwa tempat ini hanyalah sebuah tempat yang didesain untuk menghasilkan ilusi optik, tetapi beberapa orang lain yakin bahwa tempat itu mempunyai aura magis.



2. Spook Hill, Florida



Spook Hill adalah sebuah wilayah berbukit di Lake Wales, Florida, dimana bila Anda mematikan mesin kendaraan di bawah bukit maka kendaraan itu akan pelan-pelan meluncur naik ke atas bukit! Sebagian orang menganggap bukit ini mempunyai kandungan besi magnet yang tinggi hingga bisa menarik mobil, tetapi meskipun hanya dengan berjalan kaki, orang bisa merasakan bahwa ‘sesuatu’ menarik mereka ke atas hingga membutuhkan energi yang lebih untuk menuruni bukit daripada menaikinya.

Legenda setempat menceritakan bahwa bukit ini dihantui oleh kepala suku Indian yang mati di tempat tersebut. Fenomena aneh di Spooky Hill ini pertama kali ditemukan oleh seorang warga kulit hitam yang akan memancing di danau di sekitar tempat itu. Ketika warga itu memarkir kendaraannya di bawah bukit tiba-tiba mobilnya mundur ke atas bukit!



3. St. Ignace Mystery Spot, Michigan

Tempat ini ditemukan pertama kali pada tahun 1950 ketika para peneliti mendapati peralatan mereka tiba-tiba berhenti berfungsi. Setelah beberapa kali meneliti tempat tersebut, ternyata fenomena ini hanya terjadi pada area seluas kurang lebih 91 meter yang kemudian disebut sebagai St. Ignace Mystery Spot.

Hingga bertahun-tahun kemudian tempat ini menjadi daya tarik wisatawan yang ingin merasakan pengalaman aneh dimana gravitasi bumi sepertinya tidak berfungsi. Selain itu di tempat ini orang yang bertubuh tinggi akan nampak lebih pendek daripada di luar area serta apabila terlalu lama berada di sana orang akan merasakan pusing. Sekarang di tempat ini juga dibangun sebuah padang golf mini dimana seorang Tiger Wood sekalipun akan kesulitan memasukkan bola ke dalam hole karena bola akan selalu bergulir melenceng.



4. House of Mystery, Oregon Vortex


Oregon Vortex adalah sebuah tempat di negara bagian Oregon, Amerika. Di tempat yang juga berbentuk lingkaran ini, selain gaya gravitasi bumi nampaknya tidak berjalan sebagaimana mestinya, juga terdapat fenomena lain. Yaitu entah kenapa tidak ada hewan yang mau mendekati area tersebut. Bila Anda membawa kuda atau binatang lain ke dalam area itu, maka bisa dipastikan mereka semua akan merasa panik dan kabur. Karena fenomena ini, pada masa lalu suku Indian menyebut tempat ini sebagai “Tempat Terlarang”.

Area ini cukup banyak menarik rasa ingin tahu dari penduduk Amerika, bahkan beberapa film dokumenter telah dibuat khusus untuk menyelidiki fenomena di tempat tersebut selain juga dijadikan obyek dalam film “Supernatural” dan “The X-Files”. Sama seperti mystery spot yang lain, Oregon Vortex juga diyakini didesain khusus agar menyebabkan ilusi optik. Masalahnya adalah, tempat ini sudah ada sejak tahun 1914 dan di masa itu rasanya pengetahuan tentang ilusi optik belumlah secanggih sekarang. Juga pertanyaan tentang mengapa hewan-hewan tidak mau mendekati area tersebut? Belum ada penjelasan ilmiah untuk pertanyaan ini.



5. Cosmos Mystery Area, South Dakota

Di tempat ini, Anda tidak saja bisa melihat ilusi optik tinggi badan seseorang yang sekilas nampak berubah, tetapi juga pohon-pohon yang tumbuh miring ke arah tertentu dan air sungai yang mengalir ke atas. Sebuah bola yang dilemparkan ke atas tiba-tiba akan melenceng jatuhnya, atau seseorang bisa duduk di sebuah kursi yang hanya memiliki dua kaki dan lain-lain.

Tempat ini ditemukan pada tahun 1952 oleh dua orang mahasiswa yang sedang mencari tempat kemping. Ketika berada di tempat tersebut mereka tiba-tiba merasakan pusing dan badan tiba-tiba terasa ringan. Karena penasaran, akhirnya mereka mencoba meneliti tempat tersebut dan mendirikan sebuah kabin di atasnya. Tempat itu hingga sekarang dikenal sebagai Cosmos Mystery Area.

sumber : http://forum.viva.co.id/indeks/threads/hukum-gravitasi-tak-berlaku-di-5-kota-ini.1925636/

Tuesday, 28 April 2015

Celah Cahaya Masa Depan



Sebuah cerita tentang seseorang yang memiliki mimpi menjelajahi waktu ke masa lalu dan ke masa depan.




Suatu hari di sebuah kota, lahir seorang anak yang diberi nama Yoas. Tepat tahun 1991, sekitar 24 tahun yang lalu. Anak ini lahir dari hubungan suami-istri Tn. Pamran dan Ny. Dika yang sudah lebih dulu memiliki 3 orang anak. Tentunya Yoas merupakan anak terakhir dari 4 bersaudara.

Yoas tumbuh besar menjadi seorang anak muda yang berbakti kepada orangtua. Kini orangtuanya sudah memasuki usia kepala 5, sedangkan Yoas masih duduk di bangku kuliah. Segala impian dan cita-cita Yoas sangat besar , sehingga besar pula keinginannya untuk meraih itu.

Dalam perjalanan kuliahnya sebagai anak perantauan, Yoas banyak mengalami suka dan duka. Dimulai dari urusan kuliah, kesibukan, hingga cinta. Tidak mudah menjadi seorang anak yang merantau ke negeri orang lain.

Suatu ketika, Yoas bercerita akan pengalamannya sewaktu kuliah....




"Aku menjadi mahasiswa baru di kampus itu. Situasinya jauh dari yang aku duga. Situasi kampus dimana kebebasan menjadi milik kita. Aku mulai menjalani kehidupan baruku bersama 3 orang temanku, mereka adalah Joni, Santo, dan Rama. Mereka adalah teman-teman terdekatku.
Dalam masa-masa ini aku mulai belajar bagaimana hidup mandiri, membangun relasi yang sebanyak-banyaknya, mengenal diri sendiri dan lingkungan sekitar. Aku banyak mengenal mereka yang berasal dari daerah sini.
Berbagai kegiatan kampus pun aku ikuti , seperti kepanitiaan, organisasi, dan lain sebagainya. Hal tersebut untuk mengisi waktu kosong setelah pulang kampus.
Aku semakin mengenal diriku sendiri. Seiring berjalannya waktu, 1,2,3 tahun terlewati dengan begitu cepat dan aku sudah bisa melihat perubahan dari diriku. Tentunya perubahan itu adalah pendewasaan bagiku.
Aku semakin lebih dekat ke lingkungan sekitar, menjadi lebih supel dan mudah bergaul, Bahkan aku lebih sering bergaul dengan kakak tingkat atas ku.

Berbagai pencobaan hidup sudah kualami, yang tentunya adalah beban bagi mahasiswa yang ngekos.
Apalagi sudah tiga tahun aku tinggal disini, dan menjadi mahasiswa tingkat2 akhir.
Aku sempat mengalami pergolakan hidup saat aku memiliki suatu masalah yang besar dan aku tidak bisa melepasnya.
Sampai suatu ketika aku menjauh dari lingkungan sekitarku dan mengurung diri. Teman-teman semakin menjauhiku dan melupakanku. Mereka mengabaikanku.
Aku semakin jatuh ke dalam hingga ke dalam lagi.Tidak ada yang mempedulikanku, mereka mengabaikanku.

Sampai suatu ketika, kakak seniorku menghiburku agar aku tidak terus menerus larut dalam kepahitan. Itu menjadi obat bagiku. Namun, semua yang sudah aku bangun hingga saat ini sedikit demi sedikit mulai hilang. Banyak penyesalan dalam diriku.

Kakak seniorku yang bernama kak Mella selalu mengawasiku. Dia memang salah satu kakakku yang cukup dekat denganku. Apalagi di saat sulit, aku selalu meminta bantuannya. Kak Mella mendoakanku agar aku keluar dari masa-masa sulitku dan bisa ceria seperti dulu lagi.
Doa seorang kak Mella cukup manjur, yang membuatku merasa sangat damai. Rasa tenang ada dalam pikiranku, aku memiliki secercah harapan akan masa depan.

Kak Mella menjadi inspirasiku agar aku bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Aku ingin mengubah semua keburukan yang pernah aku lakukan dari dulu hingga sekarang.
Tapi rasanya tidak mungkin. Tidak mungkin ada manusia yang dapat memperbaiki masa lalunya. Tidak ada orang yang bisa kembali ke masa lalu. Karena itu diluar logika manusia.

Aku ingin kembali pada saat-saat aku masih anak-anak. Di tahun 90-an sepertinya kehidupan masih jauh lebih nyaman dibanding sekarang. Bahkan terlebih lagi, aku ingin kembali ke masa-masa bersama teman-teman kuliahku saat kami bermain bersama, bernyanyi bersama, saling bercanda, berkumpul, dan menikmati kebersamaan. Aku rindu saat-saat menjadi mahasiswa baru dimana hidup terasa amat luas.

Sekarang, aku merasa lebih sepi. Hidup menjadi mahasiswa tingkat atas jauh dibawah tekanan. Apalagi kakak senior satu per satu mulai pergi melanjutkan karir dan studinya.
Kak Mella sebentar lagi akan pergi. Aku merasa sangat kehilangan apabila mereka pergi.
Sisa-sisa waktuku disini aku manfaatkan sebaik-baiknya untuk bersenag-senang bersama mereka. Karena saat 20 tahun ke depan, hal-hal seperti ini akan dikenang.

Aku sangat menyesal sempat menjauhi lingkunganku dan kehidupanku sendiri. Aku ingin memperbaikinya tapi tidak bisa. Aku hanya bisa mencegahnya. Aku ingin melihat masa depanku 20 tahun lagi. Masih ada celah cahaya di batuan yang sangat gelap sekalipun. Saat 20 tahun mendatang nanti, aku akan berbangga atas semua yang sudah aku capai, aku akan hidup bahagia bersama keluarga baruku.




Teman-teman, aku bercerita seandainya kita bisa menjelajahi waktu, pasti akan sangat mudah bukan? Kita bisa saja kembali ke masa 60-an dan menyanyikan lagu The Beatles, lalu menjadi terkenal hingga pada akhirnya nama kitalah yang ada pada sejarah, bukan The Beatles. Lalu kita bisa ke masa depan dan melihat seperti apakah kita nanti.. Tapi semuanya tidak mungkin. Kita hanya bisa memulainya dari sekarang. Karena sejatuh apapun kita saat ini, masih ada celah cahaya masa depan di depan kita. Kita masih bisa mengubahnya. Seperti Kak Mella yang menghiburku saat itu, dia adalah celah cahaya itu. Dia yang mengingatkanku agar bersandar pada Tuhan yang merupakan sumber cahaya tersebut."








Karangan Yosua Andreas. Terinspirasi dari film "Before Sunrise"