Monday, 17 November 2014

White Diary

Lukisan awan di pagi nan dingin
Terserut sebongkah cinta yang ingin
Mengisi hari nan putih bersemi
Dalam salju ku menitikkan puisi


Kutaruh cinta putih di eratanmu
Mengusik butiran salju menusuki
Lubang paru-paru nan dalam
Cinta yang tak mungkin terpadam





Hangatmu meluapkan sisa harapku yang beku
Mencairi cerita masa depanku
Dalam diary putih yang kumiliki
Bersamamu kulewati musim semi menanti







Akan kubawa diary putih kita
Kepada cerita yang cerah menyapa
Selingi awan salju berbutir cinta
Bunga-bunga merah mereka terima









Thursday, 9 October 2014

Keluargaku Ada di KMPK

Ahh..sesampai di Jatinangor, udara begitu sejuk. Angin sepoi-sepoi mengipasi kulit rambutku yang berkeringat. Ini pertama kali aku menginjakkan kaki di tempat ini, tempat aku menjejakkan masa depanku.    
Tiupan angin dari Gunung Geulis nan indah, udara pagi yang begitu menusukku, membangunkanku dari tidurku. Alarm kencang memekakkan telingaku dan menyadarkanku bahwa saat ini hari pertamaku berjumpa dengan teman-temanku di kampus. Hari ini adalah ospek atau masa bimbingan di fakultasku. Aku harus bangun pagi-pagi untuk berangkat ke kampus.
Di kampus Unpad, langkah pertama kakiku kupijak, langkah pertama perjalanan masa depanku pada dunia nyata, sebagai anak perantauan, dan mentargetkan sukses di tanah orang. Aku bertemu teman-temanku yang begitu unik, mereka punya karakter yang berbeda-beda.
KMPK , merupakan keluarga baruku. KMPK merupakan komunitas pertama yang menjumpai aku. Aku sangat terkesan saat mereka mengambil hatiku dan membuatku merasa nyaman tinggal bersama mereka. Aku bertemu banyak teman disini disamping teman-teman mayoritas yang lain. Ya, kami memang minoritas, tapi mereka mengikatkan tali kasih pada hatiku. Aku bertemu abang kakak, teman-teman dari berbagai suku bangsa bersatu dan memuliakan Tuhan pada kuliahnya. Aku sangat terharu.
Mereka membuatku seolah aku berada di rumahku tinggal bersama keluargaku nan jauh. Aku dibantu saat susah, saat aku berduka mereka datang untuk menghiburku. Sapaan ramah dari abang kakak saat aku bertemu, membuat aku percaya bahwa mereka orang yang baik untuk kehidupanku.
Sekarang aku sadar, setelah 1 tahun aku disini aku merenung, saat tugas-tugas, rutinitas yang menguasai hariku, kuliah-pulang-belajar-kuliah-pulang-kuliah membuatku merasa kesepian tak ada teman. Teman-teman kampusku hanya ada saat aku di kampus, mereka ada saat rutinitas yang sedang dijalani bersama. KMPK , datang menghampiriku. Aku punya teman yang sangat baik dan senasib sepenanggunan bersamaku. Kami mengerjakan tugas bersama, bermain bersama, susah dan senang bersama. Kami ikut pada kegiatan-kegiatan yang dibuat abang kakak KMPK dan aku merasa bahagia bisa melayani Tuhan.
Semakin hari, aku semakin punya banyak teman. Aku tidak merasa terasing sebagai anak kos yang jauh dari orangtua. Teman-temanku di KMPK adalah keluarga yang baik. Saat melewati jalan mau pulang atau mau keluar, seringkali aku bertemu mereka dan mereka menyapaku dengan ramah. Inilah keluargaku.
Saat keluarga kami berulang tahun, KMPK menemui kami dan merayakan kami.
Begitu indahnya tali kasih diantara kami, tak ada tali kasih keluarga yang bukan darah daging kami, namun seindah ini. Aku menyadari, dengan perlakuan seperti itu, banyak orang disini yang mengalami perubahan karakter dan mulai mengenal siapa Tuhan mereka. KMPK merupakan tempat keluh kesahmu kau curahkan disamping keluargamu yang jauh disana.
Sekarang aku punya keluarga baru. Rutinitas yang kujalani juga kutanggung bersama keluargaku. Mereka adalah malaikat-malaikat kecil yang diutus Tuhan untuk menemaniku di Jatinangor ini. Keluargaku adalah KMPK. Tugasku menjadi garam dan terang bagi teman sekitarku terutama kampusku. KMPK mengajariku untuk berakar, bertumbuh, dan berbuah di dalam pengenalan akan Tuhan.









(KPS KMPK FTIP-FPIK 2013)


By : Yosua Andreas
yosuaandreas10.blogspot.com
 

Sunday, 20 July 2014

Parasut


       “Waktu kecil, pernah aku bermimpi menjadi seorang dokter. Saat aku berumur 9 tahun dan pada saat itu nenekku merayakan ulang tahunnya yang ke- 65. Kata-kata yang masih terngiang di kepalaku adalah “kelak kalau kamu jadi dokter, kamu bisa mengobati nenek yang sudah sakit-sakit ini”.

          Perasaanku begitu tenang, penuh keyakinan, rasa percaya diri tinggi pada saat itu. Aku berpikir bahwa aku pasti bisa menggapai mimpiku dengan mudah. Begitu banyak ketertarikanku pada saat itu. Bintang-bintang di langit, bulan, bahkan planet yang sering bermunculan di kala malam aku begitu peka. Tiap malam, kesukaanku adalah memperhatikan bintang, planet, dan meteor yang jatuh ke bumi. Ketertarikanku pun menjadi seorang astronaut pada saat itu begitu besar “juga”.

          Ketertarikanku akan hal-hal yang berhubungan dengan luar angkasa kualami sejak SD sampai SMA. Begitu seperti orang bodoh terlihat orang apabila aku mempercayai keberadaan alien atau UFO. Namun, itulah yang menjadi hobiku. Aku bercita-cita ingin menjadi salah satu dari mereka yang terbang ke luar angkasa. Namun, semakin dewasa pikiran ini semakin mengarah ke realita bahwa bukan itu tujuanku sebenarnya.

          Memasuki masa SMA, dimana aku mulai tahu letak kemampuanku yang sebenarnya. Aku masuk IPA pada saat itu dan aku sangat bersyukur. Tidak banyak orang yang dengan mudah masuk IPA, namun aku termasuk salah satu dari orang-orang itu. Panjang cerita, aku mulai menyukai jurusan abangku pada saat kuliah, yaitu arsitektur. Hobiku pada menggambar memang sudah terlihat sejak kecil. Abangku sendiri mengatakan bahwa aku lebih hebat daripada dia dalam hal menggambar. Kepercayaan diriku begitu besar pada saat itu hingga aku meyakinkan diri bisa menjadi seorang arsitek yang terkenal, yang dapat mendesain bangunan hotel berbintang 6 atau bangunan terindah di Sumatera.

          “Aku bersungguh-sungguh ma, pa.. Aku akan memiliki hotel berbintang 6 dengan desainku sendiri dan aku memiliki hotel tsb atas saham-saham yang sudah kuberikan, dan kalian akan menikmatinya”

          Kata-kata itu sangat sering keluar dari hati dan mulutku kepada mereka. Cita-citaku pun ingin masuk ke Perguruan Tinggi di Undip (Universitas Diponegoro) tempat abangku pernah berkuliah dan mengambil jurusan arsitektur. Rasa antusias yang sangat tinggi mengurungi diriku pada saat itu. Sejak saat itulah aku sangat bersungguh-sungguh belajar, kerap juga aku mendesain berbagai macam bangunan padahal aku tidak mengerti dasarnya sama sekali. Aku mempelajari Autocad dan Sketch-Up dengan pengertianku sendiri. Itulah kerasnya usahaku.

          Perjuanganku pada saat ujian masuk Perguruan Tinggi, pada saat itu dinamakan SNMPTN tulis sangat tinggi. Buku-buku bimbel yang sangat tebal setiap hari aku kerjakan. Tak ada niatku untuk bermain-main, Hingga saatnya ujian aku akhirnya sadar dengan kapasitasku. Keberuntungan adalah faktor utama dalam mengerjakan ujian. Aku dengan lesu berkata bahwa aku tidak mungkin diterima di Undip ,karena menurut perhitunganku, passing grade ku tidak mencapainya. Hari-hari yang kulalaui hanya berdoa dan berserah agar Tuhan memberi yang terbaik buatku, yang penting aku sudah berusaha semampuku.

          Tiba di hari pengumuman, begitu terkejutnya aku saat melihat namaku lulus di Unpad (Universitas Padjadjaran) Jatinangor. Perasaan pertama yang kurasakan begitu tidak relanya aku selama ini memperjuangkan menjadi seorang arsitektur malah masuk ke jurusan Teknik Pertanian. Soal pertanian aku sungguh-sungguh buta. Tapi abangku dan seluruh keluargaku mengatakan bahwa itulah yang terbaik diberikan Tuhan. Dalam segala ketidakterimaanku, dalam segala pergumulanku aku berdoa kepada Tuhan agar aku diberi kekuatan.

          Untuk pertama kalinya aku merasakan perasaan berada di antara orang yang tidak memahami aku. Dimana pada saat masa sekolah teman-temanku begitu mengerti kemampuan dan hobiku yaitu menggambar. Perasaan tertekan sudah jelas membunuhku selama kuliah yang kujalani. Keberadaan orangtua yang jauh di luar pulau semakin membuatku tertekan. Namun seringkali jika ada waktu aku berkunjung ke tempat abangku yang ada di Depok.

          Menurutku suatu keputusan yang tepat mengambil jurusan ini di pilihan kedua. Ada hikmahnya kalau kata orang-orang. Aku bisa mendesain mesin pertanian seperti bidang kajian Alsin yang ada di jurusanku. Tapi entah mengapa kepercayaan diriku menurun semenjak aku kuliah. Aku lebih memperhatikan mereka yang begitu pintar pada pertanian dan sudah siap di dunia kerja, sedangkan aku yang aku tahu hanya menggambar dan menulis. Perasaan tertekan semakin menekanku.

          Rajin belajar? Ya, sesekali aku belajar dan pada saat ujian aku rajin membaca buku. Tetapi, produktivitasku justru semakin menurun saat kuliah ini. Aku hampir tidak memiliki rasa kepercayaan diri akan menjadi apa aku nanti. Mimpi menjadi arsitek pun sudah lenyap. IPK ku pun sudah tidak bisa menjadi ­cumlaude karena pernah mengulang. Suatu tekanan yang sangat tinggi berada di lingkunganku sendiri. Aku hampir pernah menjadi orang yang unsos andai tidak ada teman-teman satu rumahku. Namun apa daya jika teman-temanku pun tidak begitu mengerti keberadaanku karena kita sama-sama anak perantauan dan pasti hanya memikirkan nasib sendiri.

          Keindahan langit, bintang-bintang, planet, meteor yang sering kuamati semua sudah berlalu. Nenekku juga sekarang sudah menjadi kurus kering oleh penyakitnya. Papaku yang sudah mengalami komplikasi penyakit. Sungguh jiwa ini sudah tidak dipenuhi Roh lagi. Kehidupanku bagai bunga layu di antara yang subur. Kepercayaan diriku hilang. Rasa antusiasku hilang. Aku menjadi orang yang pesimis.

          Dalam setiap keterampilanku, aku tidak dipenuhi kepercayaan diri, dalam keterampilanku aku sangat takut dan khawatir, aku sangat memperhatikan kapasitasku, aku selalu memperhatikan ketidakmampuanku, itu semua adalah dosa yang aku tahu. Tapi ya Tuhan, sekali lagi aku ingin kepercayaan diriku kembali. Aku ingin memiliki hotel bintang 6 yang pernah kucita-citakan, tapi itu terasa seperti berbicara pada lorong gelap dan tak ada yang mendengar. Terasa ingin keluar dari segala tanggung jawabku yang ada dan membuang semua keluhan ini.

          Bahkan aku tidak mengenali diriku lagi. Menggambar? Apa menggambar itu penting? Menulis? Kau tidak bisa menjadi pemimpin jika kemampuanmu hanya menulis! Semua yang ingin kucita-citakan berlawanan dengan keinginan dan hasratku. Saat ingin melakukan apapun perutku terasa sakit dan ingin muntah rasanya. Kepercayaan diri ini sungguh berada pada titik 0.

          Abangku, kakakku yang sumber inspirasiku, dimana lagi perhatianmu sekarang. Tak ada lagi kata-kata motivasi daripadamu yang dapat membangkitkan roh ku saat ini. Roh ku saat ini sedang tertidur dan aku tidak sanggup membangunkannya lagi. Tuhan, hanya Engkau harapanku satu yang dapat membangkitkanku, tinggalah dalam hatiku, berdiamlah dalam jiwaku, karena hidup ini hanyalah fana jika kedagingan yang dicita-citakan, Roh Tuhan harus dimuliakan. Berkali-kali aku memotivasi diriku, orang-orang terdekatku memotivasi diriku, itu seperti mereka membangun-bangunkan rohku namun dia tetap terlelap.

          Pernah kurenungi betapa tertutupnya diriku seperti gerbang tinggi yang sudah diberi tembok yang kuat dan gembok yang sangat besar. Pikiranku tidak pernah terbuka lagi. Aku menggelut didalam sana. Oleh dosa-dosaku aku terpuruk bahkan dalam jurang yang paling dalam.  Tas parasutku tak pernah kubuka dan sangat sulit membukanya. Butuh kode rahasia dalam pikiranku yang belum bisa kuungkap. Aku tahu hidupku akan berubah jika aku membuka pikiranku, seperti parasut yang dibuka saat seseorang terjun bebas atau dia akan mati.

          ”Di tengah padang gurun yang luas, aku mencari-cari air. Rasa lelah, haus, dan serasa ingin mati. Tenggorokan sudah kering, keringatku sudah kering, terasa perih di seluruh tubuh. Panas yang sangat menyengat ini, tidak ada hijau-hijauan, yang ada hanya pasir cokelat ditambah debu-debu yang beterbangan. Aku berlutut, aku menelan air liurku yang terakhir kalinya, dan aku jatuh…. Roh ku sudah terangkat ke atas melihat kepedihanku.
Lalu keluargaku datang memanggil, orang yang paling aku cintai, teman-teman terdekatku, adik-adik yang mengasihiku, mereka memanggil namaku… Aku harus bangun… Bukalah tas parasut itu agar kau selamat.

By : Seseorang di sisi dunia ini , Yosua Andreas








galau itu jangan diartikan negatif, sebelum move on yang kita lakukan pasti bergalau dahulu


Friday, 7 February 2014

Jose Mourinho The Only One


Jose Mario dos Santos Felix Mourinho yang lebih dikenal dengan panggilan Jose Mourinho, lahir di Setuba, Portugal pada tanggal 26 Januari 1963. Dia adalah putra dari kiper berkebangsaan Portugal, Felix. Mourinho memulai karirnya sebagai pemain tetapi dia tidak puas karirnya dan lebih memilih beralih ke urusan manajerial.

Setelah beberapa lama bekerja sebagai asisten manajer dan pelatih tim muda di awal tahun 90-an, dia menjadi penerjemah bagi Bobby Robson. Mourinho belajar banyak dari pelatih veteran tersebut dan bekerja bersamanya di klub besar Portugal seperti Sporting Clube de Portugal, FC Porto, dan klub raksasa Spanyol Barcelona.

Kemudian dia mulai fokus untuk melatih dan menorehkan sukses dalam kepelatihan singkatnya di Benfica dan Uniao de Leiria. Mourinho kembali ke Porto pada tahun 2002, dan kali ini sebagai pelatih kepala. Tidak lama kemudian dia sukses membawa Porto menjadi juara Liga Portugal, Piala Portugal dan Piala UEFA tahun 2003. Sukses yang lebih besar datang pada tahun 2004 ketika Mourinho memimpin klubnya menjadi juara Liga Portugal lagi dan memenangkan gelar paling bergengsi di Eropa yaitu Liga Champions.

Mourinho pindah ke Chelsea pada musim berikutnya dan berhasil memenangkan gelar Liga Inggris 2 tahun berturut-turut pada 2005 dan 2006, beserta gelar domestik lainnya. Dia sering menyulut kontroversi dengan keterus-terangannya. Tetapi kegemilangannya di Porto dan Chelsea menjadikannya sebagai salah satu manajer terbaik di dunia, yang diakui oleh rekan dan media. Dia dinobatkan menjadi manajer terbaik di dunia oleh International Federation of Football History and Statistics (IFFHS) untuk musim 2004-2005 dan 2005-2006.

Setelah berselisih dengan para tetinggi Chelsea, dia pindah ke Seri A dan menandatangani kontrak 3 tahun dengan Inter Milan pada pertengahan tahun 2008. Dalam 3 bulan, Mourinho berhasil memenangkan Piala Super Italia sebagai gelar pertamanya di Italia. Dia menyelesaikan musim pertamanya di Italia dengan memenangkan gelar juara Liga Italia Seri A.

Sukses bersama dengan Inter Milan, Mourinho kemudian melanjutkan kiprahnya ke Liga Spanyol bersama dengan Real Madrid. Bersama Madrid, Mou mempersembahkan trofi Copa del Rey di musim pertamanya diikuti trofi La Liga di musim kedua. Sayang hubungan tidak harmonis antara Mou dengan pemain membuat pelatih asal Portugal ini harus mengakhiri kerjasama dengan Los Blancos lebih awal di tahun 2013 dan kembali ke Inggris untuk menangani Chelsea.

Pada 3 Juni 2013, Kepala Eksekutif Chelsea, Ron Gourlay mengonfirmasikan kembalinya Mourinho dengan durasi kontrak selama empat tahun. Mourinho kepada Chelsea TV: "Dalam karir saya, saya punya dua gairah besar - Inter dan Chelsea - dan Chelsea adalah lebih dari penting bagi saya." "Itu sangat, sangat sulit untuk bermain melawan Chelsea, dan aku melakukannya hanya yang dua kali itu tidak begitu buruk" "Sekarang saya berjanji hal yang persis sama saya berjanji pada tahun 2004 dengan perbedaan ini menambahkan: saya salah satu dari kalian. Pada 10 Juni 2013, Mourinho secara resmi diperkenalkan sebagai manajer Chelsea untuk kedua kalinya pada konferensi pers yang diadakan di Stamford Bridge. Kompetitif pertamanya permainan kembali Mourinho bertanggung jawab atas Chelsea berakhir dengan kemenangan 2-0 melawan Hull City pada 18 Agustus 2013 di Stamford Bridge.


QUOTE-QUOTE MOURINHO :

1.  "Please don't call me arrogant, but I'm European champion and I think I'm a  special one." Kalimat tersebut diutarakannya ketika baru tiba di Premier League  untuk  menangani Chelsea. Mou memperkenalkan diri pada pers Inggris,sekaligus sebagai respon  atas keraguan publik terhadap adaptasinya di sepakbola Inggris.
2. "If they made a film of my life, I think they should get George Clooney to play me. He's a fantastic actor and my wife thinks he would be ideal."
 3. "What position is my wife in? Eighth at least."
 Mourinho menegaskan pepatah 'di balik pria hebat terdapat wanita hebat' dengan cara yang berbeda. Saat itu, ia terpilih sebagai pria paling  berpengaruh di dunia kesembilan. 
  4. "Look, I'm a coach, I'm not Harry Potter. He is magical, but in reality there is no             magic. Magic is fiction and football is real."
  Mourinho mengingatkan fans Real Madrid agar tidak berekspektasi tinggi, dengan  memimpikan banyak trofi bersama Mourinho.
 5.  "If I am hated at Barcelona, it is their problem but not mine. Fear is not a word            in my football dictionary."
 6. "I am Jose Mourinho and I don't change. I arrive with all my qualities and my defects."
Porto
·         Portuguese Liga (2): 2002-03, 2003-04
·         SuperCup Cândido de Oliveira (1): 2003
·         Piala Portugal (1): 2002-03
·         UEFA Cup (1): 2002-03
·         UEFA Champions League (1): 2003-04
Chelsea
·         Premier League (2): 2004-05, 2005-06
·         FA Cup (1): 2006-07
·         English League Cup (2): 2004-05, 2006-07
·         Community Shield (1): 2005
Inter Milan
·         Serie A (2): 2008-09, 2009-10
·         Coppa Italia (1): 2009-10
·         Supercoppa Italiana (1): 2008
·         UEFA Champions League (1): 2009-10
Real Madrid
·         La Liga (1) : 2011-12
·         Copa del Rey (1): 2010-11
·         Supercopa de Espana (1) : 2012

PENGHARGAAN INDIVIDU :
·         Primeira Liga Manager of the Year (2): 2002–03, 2003–04
·         Premier League Manager of the Year (2): 2004–05, 2005–06
·         Premier League Manager of the Month (3): November 2004, January 2005, March 2007
·         Serie A Manager of the Year (2): 2009, 2010
·         Albo Panchina d'Oro Coach of the Year (1): 2010–2011
·         UEFA Manager of the Year (2): 2002–03, 2003–04
·         UEFA Team of the Year Coach of the Year (4): 2003, 2004, 2005, 2010
·         BBC Sports Personality of the Year Coach Award (1): 2005
·         La Gazzetta dello Sport Man of the Year (1): 2010
·         Onze d'Or Best Coach (2): 2005, 2010
·         FIFA Ballon d'Or Best Coach (1): 2010
·         IFFHS World's Best Club Coach of the Year (4): 2004, 2005, 2010, 2012
·         World Soccer Magazine World Manager of the Year (3): 2004, 2005, 2010
·         International Sports Press Association Best Manager in the World (1): 2010
·         CNID Best Portuguese Manager in Foreign Countries (2): 2008–09, 2009–10

·         Miguel Munoz Best Coach of The Year (2) : 2011, 2012

Sumber : Wikipedia, Bolanet