Sunday, 26 January 2014

Sejarah Batak dan Silsilah Marga Batak

Pembagian utama Si RAJA BATAK  :

1. Guru Tateabulan
2. Raja Isumbaon
Belahan yang dinamakan LOTUNG, yang mencakup kelompok suku yang sebenernya, yaitu Himpunan BORBOR, dan juga sejumlah marga yang lebih kecil, berasal dari Guru Tateabulan.

Yang dinamakan belahan SUMBA yang ke dalamnya termasuk sisa kelompok suku dan marga lainnya, berasal dari Raja Isumbaon.

Yang termasuk BELAHAN LOTUNG ada 5 yaitu :

1.Raja biakbiak
2.Saribu Raja
Mempunyai 3 Kelompok yaitu
a.LONTUNG
b.BORBOR
c.BABIAT
3.Limbong Mulana
Mempunyai 1 Kelompok yaitu Limbong (Habeahan)
4.Sagala Raja
Mempunyai 1 kelompok yaitu Sagala
5.Malau Raja
Mempunyai 4 kelompok yaitu
a.Paseraja – Malau
b.Manik
c.Ambarita
d.Gurning
Rupanya, raja Biakbiak pergi ke Aceh. Tidak diketahui, apakah ia meninggalkan keturunan.
Limbong pada pokoknya mendiami suatu lembah di sebelah selatan penggung gunung, yang menghubungkan Pusuk Buhit dengan tanah datar, dan Sagala Raja Lembah yang ke arah utara punggung gunung.
Malau Raja tersebar di kawasan sekeliling Pangururan (pulau dan tanah diseberangnya), dan dengan memakai nama Damanik, ia adalah marga yang memerintah di wilayah swapraja Siantar di Sumatera Timur.

Belahan SUMBA meliputi :

1.Tuan Sori – mangaraja
mempunyai 3 kelompok :
a.Nai Ambaton
b.Nai Rasaon (R.Mangarerak)
c.Nai Suanon(Tuan Sorbadibanua)
2.Raja ni Asiasi
Pertama saya akan membahas tentang pembagian Belahan LONTUNG :

1.LONTUNG
Yang mempunyai anak meliputi :

a.Situmorang
Mempunyai anak :
a.Lumban Pande
b.Lumban Nahor
c.Suhut ni Huta
d.Siringoringo
Mempunyai anak :
a.Lumban Toruan
b.Sipangpang
c.Rumapea
d.Sitohang uruk
e.Sitohang tonga – tonga
f.Sitohang toruan (Lumban Gaol)

b.Sinaga
Mempunyai anak :
a.Bonor
Mempunyai anak :
-Sidahan Pitu
-Nadiheong
b.O.Ratus
c.Uruk

c.Pandiangan
Mempunyai anak :
a.R. Humitap (Pandiangin)
Mempunyai anak :
-Toga Pande
-Lumban Uruk
-Suhut ni Huta
-Lumban Toruan
b.R. Sumonang
Mempunyai anak :
-R. Gultom
-Sidari(Harianja)
-Pakpahan
-Sitinjak

d.Nainggolan
Mempunyai anak:
a.Ruma Hombar
Mempunyai anak :
a.Lumban Tungkup
Dibagi :
-Ruma Hombar
-Lumban Raja
-Lumban Nahor
-Huta Balian
-Lumban Siantar
b.Si Batu
Mempunyai anak :
-Parhusip
-Batubara
-Siahaan
-Ampapaga

e.Simatupang
Mempunyai anak :
-Sitoga Torop (Siborutorop)
-Sianturi
-Siburian

f.Aritonang
Mempunyai anak :
-Ompu Sunggu
-Rajagukguk
-Simaremare

g.Siregar
Mempunyai anak :
-Silo
-Dongoran
-Silali
Mempunyai anak :
-Ritonga
-Sormin
-Siagian
Keempat marga ‘induk’ pertama dari Limbong bermukim di Samosir Selatan Situmorang dan juga di wilayah – wilayah Sabulan dan Janjiraja, yang terletak berhadapan dengan tanah di seberangnya Pandiangin. Sebagian dari Situmorang mendiami wilayah – wilayah Lintong dan Parbuluan Ritonga; keduanya berada di dataran tinggi sebelah barat Gunung Pusuk Buhit; Dari Pandiangin, sebagian dari keempat marga R. Sumonang (Samosir) pindah ke Habinsaran Selatan kira – kira di sekeliling Pangaribuan Sinaga, dan dari sana pergi ke Pahae Timur Ritonga. Satu cabang dari Nainggolan dapat juga ditemukan disana. Satu kombinasi dari bagian – bagian Situmorang dan Nainggolan bisa dijumpai di Pusuk.
Ketiga marga ‘induk’ terakhir dari LONTUNG menetap dikawasan pantai danau dekat Muara Simatupang dan Aritonang, masing – masing menduduki wilayahnya sendiri, dan juga di pulau kecil bernama PULO yang terletak diseberangnya. Siregar pergi ke Muara dari wilayah kecil Siregar yang terletak di Sigaol yang lain – lainnya langsung pergi ke sana dari Urat di Samosir. Pecahan – pecahan Simatupang dan Aritonang pergi ke pinggiran Dataran Tinggi Humbang yang berbatasan dengan Muara, tempat mereka menduduki wilayah – wilayah Paranginan dan Huta Ginjang. Pecahan – pecahan Siregar berjalan melalui Humbang menuju Habinsaran Selatan Sinaga, dan dari sana pergi ke Sipirok Silali dan dolok (dimana terdapat marga Ritonga dan Sormin) dan ke Pahae Timur (wilayah – wilayah Onan Hasang dan Simangumban). Satu kelompok kecil Siregar dapat juga ditemukan antara Laguboti dan Porsea (Tuan Dibangarna)

2.BORBOR
Mempunyai anak :
a.Tuan Bala Sanuhu
Mempunyai anak :
b.Rimbang Sudara
Mempunyai anak :
-Pongpang
-Bala Saribu
Mempunyai anak :
a.Datu Datu(Pasaribu)
Mempunyai anak :
-Sariburaja(Pasaribu)
-Batubara
-Parapat
-Tarihoran
-Matondang
-Saruksuk
b.Sahang Maima, Sipahutar
c.Harahap
d.Tanjung
e.Pusuk
f.D. Pulungan
Mempunyai anak :
-Pulungan
-Lubis
g.Nahulu

b.Sahang Mataniari
Mempunyai anak :
-Simargolang
-Rambe
Borbor bisa ditemukan tersebvar di seluruh Tapanuli. Keterangan – keterangan mengenai pohon silsilah dan jalan perserakan dari anggota di sana sini cukup banyak mengandung perbedaan.
Pasaribu dan Lubis dapat ditemukan di Haunatas (dekat Laguboti Sipaettua) dan di wilayah – wilayah Pasaribu dan Lubis yang berada di Habinsaran Tengah Sinaga, dan sepanjang yang opung saya tau, Lubis ada juga di Mandailing Selatan, Pasaribu di Simanosor (Sibolga Selatan) dan Barus Hulu.
Marga, begitu kisahnya secara bersama – sama merupakan kelompok Daulae di Padang Lawas, Angkola Selatan, Sibolga Selatan dan diantara tempat – tempat lain, di Mandailing sebagai marga penumpang.
Pada mulanya Sipahutar menempati wilayah kecil dengan nama yang sama di Humbang Timur dari mana dia diusir olehmarga Silitonga(Pohan) lantas dia bergerak ke Pagar Batu, Silindung dan Habinsaran.
Di Angkola Tengah dan Padang Bolak Harahaplah marga yang berkuasa; di Kuria Batang Toru di Angkola Utara dan di Kuria Sayur Matinggi di Angkola Selatan, Pulungan.
Rambe merupakan marga yang memerintah di beberapa wilayah Dolok Timur.

Yang Kedua saya akan menjelaskan Belahan SUMBA :

1.Nai Ambaton
Mempunyai anak :
a.Simbolon
Mempunyai anak :

a.Tunggul Sibisa
Mempunyai anak :
-Simbolon Altong
-Simbolon Tuan
-Simbolon Pande
-Simbolon Panihai
b.Suhut ni Huta
Mempunyai anak :
-Suhut ni Huta(Nai Ambaton di Hulu Barus)
-Sirimbang
-Hapotan

b.Munte
Mempunyai anak :
a.Sitanggang
Mempunyai anak :
-Sitanggang Bau
-Sitanggang Lipan
-Sitanggang Upar
-Sitanggang Silo
b.Sigalingging
Mempunyai anak :
-Simanik
-Uruk
-Marhabang
-Lali
c.Tambatua
Mempunyai anak :
-Rumabolon
-Ruma Ganjang
Mempunyai anak :
a.Gr. Sotindion
Mempunyai anak :
-Sidabutar
-Sijabat
-Sidari
-Sidabalok
b.Gr. Sijouon
Mempunyai anak :
-Turnip
-Sidauruk
-Sitio
c.Gr. Saoan
d.Gr. Solaosom
Mempunyai anak : Sialagan
e.Datu Ronggur
Mempunyai anak : Sinapitu
f.Raja Tamba
Mempunyai anak : Tamba
c.Ruma Horbo
d.Saragitua
Mempunyai anak :
a.O. Tuan Binur
Mempunyai anak :
-Saeng
-Simalanggo
-Nadeak
-Simarmata
b.Saragi
Mempunyai anak :
-Sidabungke
-Saragi Napitu
c.Tarigan
e.Sinahampung
Marga Simbolon dan Munte, bersama dengan Saragitua, tersebar di wilayah – wilayah Samosir Barat. Pecahan – pecahan dari Simbolon dan Sigalingging ada juga yang pergi menuju Si Onom Hudon dan Siambaton di Barus Hulu; Sigalingging juga pergi ke Salak, tempat sebagian mereka membertuk marga sendiri.
Tambatua pada mulanya pergi ke wilayah Tamba di daratan Pandiangin. Raja Tamba menetap disana, tetapi yang selebihnya pergi ke Saamosir Timur Laut Pandiangin dan menyebar di wilayah itu.
Saragi menjadi marga yang memerintah di wilayah swapraja Raya di Pantai Timur Sumatera, tempat ia bercabang – cabang secara terpisah. Ia juga menduduki sebuah daerah kecil ditengah wilayah swapraja Siantar.

2.Nai Rasaon
Mempunyai anak :
a.Raja Mangarerak
Mempunyai anak :

a.Manurung
Mempunyai anak :
-Huta gurgur
-Huta Gaol
-Simanoroni
b.Sitorus
Mempunyai anak :
a.Sitorus
Mempunyai anak :
-Pane
-Dorling
-Boltok
b.Sirait
Mempunyai anak :
-Siahaan
-Siagian
c.Butar – butar
Mempunyai anak :
-Simananduk
-Simananti
c.Purba
d.Tanjung – Sigulang batu
Dari kelompok suku marga Manurung, Sitorus, Sirait, dan Butarbutar menduduki seluruh Uluan dalam Kelompok kecil.
Sebagian Sitorus menduduki wilayah kecil Sitorus di tengah – tengah kelompok Pohan: dari sana cabang – cabangnya memencar ke sekitar Parsoburan, dan di sana antara lain dikenal nama Pane.
Marga Purba dan Tanjung bisa ditemukan di Pantai Timur Sumatera dan Tanah Karo.

3.Nai Suanon (Tuan Sorbadibanua)
Mempunyai anak :
a.Sibagot ni Pohan
Mempunyai anak :
a.Tuan Sihubil
Mempunyai anak :
-Tampubolon
-Silaen
-Baringbing
b.Tuan Somanimbil
Mempunyai anak :
-Siahaan
-Simanjuntak
Mempunyai anak :
-Nasution
-Dalimunte
c.Hutagaol
c.Tuan Dibangarna
Mempunyai anak :
-Panjaitan(Dairi)
-Silitonga
-Siagian(Pardosi)
-Sianipar
d.Sonak Malela
Mempunyai anak :
-Simangunsong
-Marpaung
-Napitupulu
Seluruh kelompok Pohan tersebar di Toba Holbung, Humbang sebelah Timur dan di daerah Teluk Porsea, juga di bagian Utara Habinsaran. Bagian – bagian dari kebanyakkan marga itu ditemukan di daerah itu, baik dalam wilayah terpisah maupun dalam bentuk gabungan.
Bagian – bagian kecil dengan memakai nama Pohan, juga memerintah di Kuria Barus Mudik dan di Kuria Anggoli. Di Mandailing Utara dan Batang Natal, Nasutionlah marga yang memerintah. Dalimunte terdapat di Angkola Selatan. Kedua marga ini dikatakan termasuk kekelompok suku itu.

3.Sipaettua
Mempunyai anak :
a.Pardungdang
Mempunyai anak :
-Pangaribuan
-Hutapea
b.Pangulu Ponggok
Mempunyai anak :
-Hutahaean
-Aruan
-Hutajulu
c.Partano
Mempunyai anak :
-Sibarani (Sarumpaet)
-Sibuea
Kelompok suku ini menempati kawasan sekitar Laguboti, hidup sendiri – sendiri, atau dalam bentuk gabungan. Sepanjang yang saya ketahui, tidak ada perserakan di tempat lain.

c.Silahisabungan
Mempunyai anak :
a.Sihaloho
Mempunyai anak :
-Sinaborno
-Sinapuran
-Sinapitu
-Masopang
b.Situngkir
Mempunyai anak :
-Sipakar
-Sipayung
c.Sondi
Mempunyai anak :
-Ruma Sondi
-Ruma Sigap
d.Sinabutar
e.Sinabariba
f.Sinabang
g.Pintubatu
Mempunyai anak :
-Doloksaribu
-Sinurat
-Nadapdap
h.Tambunan
Mempunyai anak :
-Lumbanpea
-Baruara
-Lumban Gaol
i.Turgan
Kelompok suku ini tidak mempunyai kawasan sendiri, tempat bagian – bagiannya hidup bersama. Ia menyebar ke seluruh Tapanuli Utara, sementara cabang – cabang besar juga bisa ditemukan di Pantai Timur(Khususnya di tanah Karo), kadang kadang dengan nama lain.
Puak – puak dari kelompok ini terutama dijumpai di wilayah – wilayah Silalahi dan Paropo di Pantai Danau Toba(Tanah leluhurnya yang semula); di wilayah – wilayah Parbaba dan Tolping di Samosir Utara; di wilayah – wilayah Tinambun, Doloksaribu dan di banyak tempat lain di Uluan, tempat mereka kadang – kadang tinggal sebagai marga penumpang; di wilayah Naiborhu dekat Porsea; di wilayah – wilayah Tambunan dan Pagar Batu dekat Balige; di wilayah Sigotom dekat Sipahutar; dan juga di Tuka, Sibolga Utara.

d.Si Raja Oloan
Mempunyai anak :
a.Naibaho
Mempunyai anak :
-Siahaan
-Sitangkarean
-Sidauruk
-Hutaparik
-Siagian
b.Sihotang(Sigodangulu)
Mempunyai anak :
-Sipardabuan Uruk
-Sorganimusu
-Sitorban dolok
-Sirandos
-Simarsolit
-Sihotang Hasugian
-Lumbang Batu
c.Bakkara
d.Sinambela
e.Sihite
f.Simanullang
Naibaho menempati wilayah kecil dekat Panguruan; Sihotang menempati wilayah dengan nama yang sama di daratan. Keduanya menyebar ke Negeri Dairi; Sihotang juga ke Barus Hulu.
Bakkara, Sinambela, Sihite dan Simanullang bermukim di daerah leluhur. Dua yang disebut belakangan ada juga di Humbang dan Barus Hulu. Sihite juga merupakan bagian dari wilayah si Ualu Ompu yang kecil dekat Tarutung.

e.Toga Sumba
Mempunyai anak :
a.Sihombing
Mempunyai anak :
a.Silaban
Mempunyai anak :
-Sitio
-Siponjot
b.Lumban Toruan
Mempunyai anak :
-Huta Gurgur
-Huriara
c.Nababan
Mempunyai anak :
-Dolok
-Toruan
d.Hutasoit
b.Simamora
Mempunyai anak :
a.Purba
Mempunyai anak :
-Pantom Hobol
-Parhorbo
-Sigulang batu
b.Manalu
Mempunyai anak :
a.Mangararobean
Mempunyai anak :
-Sorimunggu
-Ruma Gorga
-Sigukguhi
-Ruma Ijuk
-Ruma Hole
b.Mangaradolok
Mempunyai anak :
-Paruma
-Pareme
-Datu Napunjung
-Datu Soburion
-Tongkot Manodo
c.Debataraja
Mempunyai anak :
-Babiat Naingol
-Sampetua
-Gaja Marbulang
d.Rambe
Kelompok Sihombing menduduki daerah Toga Sumba. Masing – masing dari keempat marga(Cabang – cabangnya belum menjadi marga yang terpisah) menempati wilayahnya sendiri dan hidup bergabung dengan bagian – bagian dari yang lainnya. Sebagian dari kelompok ini memencar ke Pahae Barat Daya.
Kelompok Simamora menduduki daerah Togu Sumba. Puak puak dari ketiga marga yaitu Purba, Manalu dan Debataraja (cabang – cabang mereka belum menjadi marga terpisah) menduduki wilayah mereka sendiri dan hidup bergabung dengan bagian – bagian dari yang lainnya. Marga Rambe menempati satu wilayah dengan nama yang sama di Barus Hulu bersama bagian – bagian dari ketiga marga lainnya.
Hampir semua puak dari Simamora dan Sihombing(kecuali Rambe) menempati wilayah kecil Tipang dekat Bakkara, sementara Simamora juga ada di Bakkara sendiri, tempat ia pergi ke dataran tinggi Humbang. Dia juga merupakan satu dari bagian – bagian wilayah Si Ualo Ompu dekat Tarutung.

f.Togu Sobu(Hasibuan)
Mempunyai anak :
a.Sitompul
b.R Hasibuan
Mempunyai anak :
a.Guru Mangaloksa si opat Pisoran
Mempunyai anak :
a.Hutabarat
Mempunyai anak :
-Hapoltahan
-Sisunggulon
-Hutabarat Pohan
Mempunyai anak :
-Parbaju
-Partali
b.Panggabean
Mempunyai anak :
-Lumban Ratus
-Simorangkir
-Lumban Siagian
c.Hutagalung
Mempunyai anak :
a.Miralopak
Mempunyai anak :
-Harean
-Napitupulu
b.R.Inaina
Mempunyai anak :
-Inaina
-Dasopang
-Botung
d.Huta Toruan
Mempunyai anak :
-Hutapea
-Lumban Tobing
b.Guru Hinobaan
Mempunyai anak : Hasibuan
Toga Sobu memiliki daerah Leluhur di Lembah Silindung kecuali keturunan Guru Hinobaan yang hanya bisa ditemukan di wilayah Hasibuan yang berada di Tanjung Sigaol.
Marga Sitompul, Hutabarat, Panggabean, Hutagalung dan Hutatoruan menduduki wilayah mereka sendiri, mereka bergabung di hanya di wilayah POagar Batu yang baru dibentuk kira – kira 1880 dan berada di pinggiran kelompok suku Naipospos. Beberapa Marga juga menjadi bagian dari wilayah Si Ualo Ompu dekat Tarutung. Setiap Kuria di bagian Utara Sibolga termasuk ke dalam salah satu marga Sobu.
Hutagalung juga menyebar ke Padang Lawas, terutama ke kawasan Sungai Barumun dan Sosa tempat ia menduduki seluruh selatan dengan nama Hasibuan.

g.Naipospos
Mempunyai anak :
a.Toga Marbun
Mempunyai anak :
a.Lumban Batu
Mempunyai anak :
-Marbun
-Sehun
-Meha
-Mungkur
b.Banjarnahor
c.Lumban Gaol
b.Toga Sipoholon
Mempunyai anak :
-Sinagabariang
-Hutauruk
-Simanungkalit
-Situmeang
Toga Naipospos menempati wilayah Sanggaran dan Sihikkit ke sebelah Barat Parmonangan.

Inilah Silsilah dan Sejarah marga yang saya ketahui dari Opung saya. Opung saya sudah hidup lebih dr 75 tahun dan menerangkan ini dengan baik seakan – akan ingattannya masih setajam kita yang masih muda. Mari kita Para Pemuda dan Pemudi Batak agar mendalami Silsilah dan Sejarah Suku kita. Semangat Jiwa MUDA!!!!

Sejarah Situmorang



Ompu Tuan Situmorang adalah anak dan Ompunta Siraja Lontung dan Ibunya Siboru Pareme. Siraja Lontung anak dan Tuan Saribu Raja dan Ibunya Siboru Pareme. Ompu Tuan Situmorang adalah Cucu dan Tuan Saribu Raja.
Ompu Tuan Situmorang salah seorang dan sembilan bersaudara (Tujuh laki-laki dua perempuan) anak dan Siraja Lontung dan Ibunya Siboru Paneme. Adapun anak dan Siraja Lontung / Siboru Pareme adalah sebagai berikut:


Ompu Tuan Situmorang,
Toga Sinaga,
Toga Pandiangan,
Toga Nainggolan,
Toga Simatupang,
Toga Aritonang,
Toga Siregar dan Boruna,
Siboru amak Pandan Kawin dengan Toga Simamora,
Siboru Panggabean kawin dengan Toga Sihombing 

Ompu Tuan Situmorang lahir di Sabulan Kabupaten Samosir.
Ompu Tuan Situmorang yang populer menurunkan marga Situmorang. Ompu Tuan Situmorang mempunyai dua putra dan hasil perkawinannya (pernikahannya) dengan boru Limbong yaitu:

1. Ompu Panopa Raja
2. Ompu Pangaribuan

Ompu Tuan Situmorang mempunyai pahompu tiga orang yaitu:

1. Anak Ompu Panopa Raja 2 (dua) orang yaitu:
a. Ompu Ambolas
b. Parhujobung

2. Ompu Pangaribuan mempunyai anak 1 (satu) orang yaitu:
Raja Babiat

Ompu Tuan Situmorang mempunyai cicit (nini) atau disebut anak mangulahi sebanyak tujuh orang dan cucunya yaitu:

a. Anak Ompu Ambolas 2 (dua) orang yaitu:

1. Raja Pande (Lumban Pande)
2. Raja Nahor (Lumban Nahor)

b. Anak Parhujobung 2 (dua) orang yaitu:

1. Tuan Suhut (Suhut Ni Huta)
2. Tuan Ringo

c. Anak Raja Babiat 3 (tiga) orang yaitu:

1. Sitohang Uruk (Dori Mangambat)
2. Sitohang Tonga-tonga (Raja Itubungna)
3. Sitohang Toruan (Op. Bona Ni Onan)

Catatan

Cicit (nini) Op.Tuan Situmorang inilah yang di tabalkan (dijadikan) Op.Tuan Situmorang menjadi anaknya. Memang menurut adat batak cicit atau nini adalah anak mangulahi. Jadi op. Tuan Situmorang tidak salah dan memang benar menjadikan cicitnya itu menjadi anaknya. Dan ketujuh cicit (nini) Op. Tuan Situmorang inilah yang dinamakan menjadi Situmorang Sipitu Ama yang tetap kita pakai, kita ikuti (warisi) sampal sekarang.

Ompu Tuan Situmorang adalah anak yang pintar, cerdas, pemberani, disayangi ayahandanya Siraja Lontung, karena sesudah lahir Ompu Tuan Situmorang mulailah cerah, terang (Torang), penghidupan dikeluarga Siraja Lontung pada saat itu, mengingat hal tersebut Siraja Lontung memberi nama anaknya Tumorang (Ompu Tuan Situmorang).

Ompu Tuan Situmorang adalah seorang yang bijaksana, cerdas, pintar, pemberani dan berpikiran jauh kedepan serta mempunyai rasa kasih sayang kepada keluarganya dan kepada Pomparannya. Ompu Tuan Situmorang hidup sangat lanjut (panjang umurnya). Sedangkan anaknya Ompu Panopa Raja, Ompu Pangaribuan beserta tiga orang cucunya yaitu Ompu Ambolas, Parhujobung, Raja Babiat telah meninggal terlebih dahulu jadi dia tinggal bersama-sama dengan cicitnya (nininya) yang tujuh orang yaitu Raja Pande, Raja Nahor, Tuan Suhut Ni Huta, Tuan Ringo, Sitohang Uruk (Dori Nangambat), Sitohang Tonga-tonga (Raja Itubungna), Sitohang Toruan (Op. Bona Ni Onan).

Op. Tuan Situmorang berkeinginan agar pomparannya tetap bersatu dan saling bantu membantu disetiap kegiatan diantara pomparannya (turunannya)

Mengingat bahwa Ompu Tuan Situmorang sudah sangat lanjut usianya, penglihatannya sudah rabun, badannya sudah mulai lemah tetapi semangatnya tetap tinggi untuk membina, menasehati semua pomparannya maka Ompu Tuan Situmorang beserta cicitnya (nininya) sepakat untuk mengadakan upacara pesta ucapan syukur kepada Yang Maha Kuasa atas umur panjang Ompu Tuan Situmorang serta meminta kepada Yang Maha Kuasa agar seluruh cicitnya diberkati dan sekaligus menyampaikan amanah, pesan (Tona) kepada ketujuh cicit (nini) atau anak mangulahinya.

Upacara pesta pun dilaksanakan sesuai yang direncanakan. Seluruh keluarga besar Ompu Tuan Situmorang diundang dan berkumpul. Menyampaikan ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat, panjang umur yang diberikan kepada Ompu Tuan Situmorang. Kemudian pada acara tersebut Ompu Tuan Situmorang memanggil ketujuh cicitnya (nininya) atau anak Mangulahinya untuk diberi pasu pasu (berkat), arnanah, pesan (Tona), nasehat dan menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

Mulai hari ini kamu ketujuh cicit (nini) saya tetapkan menjadi anak saya, Sayalah orang tuamu.
Semua kalian anak saya (cicit) yang tujuh orang harus tetap bersatu dan bahu membahu di dalam melaksanakan sesuatu yang diperlukan.
Sisada anak mahamu sisada Boru, Sisada Lulu anak, sisada Lulu di Boru.
Manat Mardongan Tubu, Elek Marboru, Somba Marhula – hula

Pada waktu upacara pesta yang dilaksanakan Ompu Tuan Situmorang beserta pomparannya, diadakan penyampaian persembahan (sati-sati) yang disampaikan oleh ketujuh cicitnya (nininya) atau anak mangulahinya kepada Ompu Tuan Situmorang. Dan persembahan inii dilaksanakan secara berurutan sebagai berikut:

1.Persembahan (Satti-satti) dan Raja Pande (Lumban Pande). Ompu Tuan Situmorang menerimanya dengan mengatakan Maulate (terima kasih), namalo doho, Pande doho, mangula siulaonmu, kamu kerjakanlah apa yang dapat kamu kerjakan untuk yang baik. Jadi goarmu mulai sadanion Jounma ho Raja Pande (Lumban Pande).

2.Persembahan (Satti-satti)dan Raja Nohor (Lumban Nahor). Setelah diterima Ompu Tuan Situmorang mengucapkan terima kasih dan mengatakan banyak kerjamu dapat kamu selesaikan dengan baik, mau bekerja sama, pandai dan selalu kamu menganggap bahwa kerja itu dapat kamu laksanakan jadi mulai hari ini saya panggilkan namamu menjadi Raja Nahor (Lumban Nahor).

3.Persembahan dan Tuan Suhut (Tuan Suhut Ni Huta). setelah diterima persembahan (Satti-satti), Ompu Tuan Situmorang menyampaikan ucapan terima kasih dan mengatakan kamu adalah orang yang baik bijaksana pandai, selalu mau menjadi tumpuan, mempersatukan abang adikmu dan selalu mau menjadi pendorong untuk kebaikan diantara kalian yang abang beradik maka namamu saya panggilkan Tuan Suhut Ni Huta

4.Persembahan dan Tuan Ringo. Setelah di terima persembahan (satti — satti), Ompu Tuan Situmorang mengucapkan terima kasih, mengatakan : Kamu adalah orang yang baik dan yang banyak bicara, kamu selalu banyak menyampaikan hal - hal yang perlu diketahui orang lain. Mulai hari ini saya panggilkan kamu menjadi bemama Tuan Ringo.

5.Persembahan dan Sitohang Uruk (Dori Mangambat). Setelah dIterima persembahan (satti-satti), Ompu Tuan Situmorang mengucapkan terima kasih, diletakkan satti-satti tersebut di atas Tohang yang ada didalam rumah bagian uruk (julu), dan mengatakan Kamu adalah orang yang baik, mau bekerjasama dan mau menghargai abang adikmu. Jadi mulai hari ini saya panggilkan namamu Sitohang Uruk.

6.Persembahan dan Sitohang Tonga - tonga (Raja Itubungna). Setelah diterima persembahan (satti - satti), Ompu Tuan Situmorang mengucapkan terima kasih, diletakkan satti-satti tersebut di atas Tohang yang ada didalam rumah bagian tengah dan mengatakan: Kamu adalah orang yang baik, mau bekerjasama, rajin, dan mau hormat menghormati. Maka saya panggilkan namamu Sitohang Tonga-tonga.

7.Persembahan dan Sitohang Toruan (Ompu Bona Ni Onan). Setelah diterima persembahan (satti - satti), Ompu Tuan Situmorang mengucapkan terima kasih, diletakkan satti-satti tersebut di atas Tohang yang ada didalam rumah bagian hilir (Toruan atau Jae) dan mengatakan: Kamu adalah orang yang baik, bekerja keras, mau bekerja sama, rajin, dan mau hormat menghormati serta di senangi. Maka saya panggilkan namamu Sitohang Toruan.

Catatan:

a. Nama-nama (panggilan) yang dibuat / ditetapkan oleh Ompu Tuan Situmorang kepada ketujuh cicitnya (nininya) atau anak mangulahinya adalah nama yang balk sesuai karakter, sifat, tempat kejadian (pelaksanaan) dan masing-masing cicitnya (nininya).

b. Nama-nama dan ketujuh cicitnya (nininya) atau anak mangulahi atau nama anak Ompu Tuan Situmorang inilah yang menjadi nama populer dikalangan pompanan Situmorang yaitu : Penyebutan atau pemanggilan Situmorang Sipitu Ama

Setelah selesai acara penyampaian persembahan dan pengesahan nama pemanggilan terhadap cicitnya atau anaknya maka Ompu Tuan Situmorang memberi nasehat, petuah-petuah, dan memberkati seluruh anaknya (cicitnya) agar seluruh keturunan / pomparannya diberkati oleh Tuhan yang Maha Penyayang dan Maha Kuasa yang menjadikan langit, bumi, tanah, laut, matahani, bulan, bintang, manusia, hewan, tumbuhan, dan segala isinya. Kiranya pompanan Ompu Tuan Situmorang menjadi berketurunan yang banyak, gabe, Mamora, makmur, maju, cerdas, berbudaya dan bersatu.

Urat - Palipi - Samosir

Untuk menjadi pertanda (untuk diingat) oleh turunan Ompu Tuan Situmorang maka selesai acara pemberian nama dilanjutkan dengan penanaman pohon yang dinamai Jabi-Jabi Sisangapon. DiJabi-Jabi Sisangapon ini Ompu Tuan Situmorang mengingatkan lagi agar tona (pesan) dan nasehat-nasehat serta hal-hal yang telah disampaikan Ompu Tuan Situmorang untuk dilaksanakan oleh pomparannya.

Jabi-Jabi Sisangapon sampai saat ini dapat kita lihat (jumpai) di dalam lokasi Tugu Ompu Tuan Situmorang di Desa Urat Kecamatan Palipi kabupaten Samosir Sumatera Utara. Untuk mengabadikan nama Ompu Tuan Situmorang pada tanggal 5 — 7 Juli 1990 telah dibangun dan diresmikan Tugu Ompu Tuan Situmorang di Urat kecamatan Palipi Kabupaten Samosir Sumatera Utara.
Jabi-Jabi Sisangapon

Sekelumit sejarah ringkas Ompu Tuan Situmorang ini dimaksudkan untuk menambah pengetahuan, wawasan dan memperkuat persatuan dan kesatuan bagi pomparan Ni Ompu Tuan Situmorang

Demikianlah sekelumit sejarah ringkas Ompu Tuan Situmorang kami sajikan dan kami sadar bahwa sejarah mi belumlah lengkap, belum sempurna dan kami ajak kepada para pembaca terutama sekali kepada para sejarawan, tokoh-tokoh masyarakat, cerdik-pandai, cendikiawan marga Situmorang untuk memberikan saran, nasehat, data-data, pakta sejarah untuk melengkapi, menyempurnakan, menyusun sejarah Ompu Tuan Situmorang di masa depan.

Baliga Binaligahon Barita Binaritahon
Barita sejarah singkat Ompu Tuan Situmorang.
Kalau ada yang kurang lebih atau kesalahan
Kami mohon di maafkan

Horas Tondi Madingin
Pir Tondi Matogu

Monday, 23 December 2013

NATAL KMPK FTIP-FPIK 2013 (Awal bagiku untuk meraih puncak)




          Inilah perayaan natal di kampusku, di Unpad Jatinangor. Untuk kesekian kalinya tiap akhir tahun, kampus kami mengadakan perayaan natal ini. Pengurus KMPK (Keluarga Mahasiswa Protestan Katolik) pun telah membuka oprec untuk kepanitiaan ini. Ada yang masuk di bidang acara, transkomsi, logistik, dana usaha, dekor, publikasi dokumentasi, dan juga BPH.
            Untuk pertama kalinya, aku dipercayakan menjadi ketua dalam kepanitiaan ini. Sungguh tak masuk akal bagiku, karena seorang ketua adalah orang yang memiliki pengalaman, tegas, dan cakap dalam memecahkan masalah. Aku mempunyai masalah pada itu semua. Aku menyangkal bahwa aku tak pantas, orang lainlah yang lebih pantas.
(Lalu kata Musa kepada Tuhan : “Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulu pun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mu pun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah” Keluaran 4:10)
            Dalam pergumulanku, aku berdoa agar Tuhan memberiku hikmat atas semua ini. Aku diberikan kesempatan berdoa selama 4 hari. Waktu itu cukup bagiku, karena aku berpikir tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Sebelumnya, aku memang sangat ingin memiliki kemampuan untuk memimpin, karena impianku adalah menjadi seorang pemimpin besar yang berlandaskan firman Tuhan. Dalam setiap doaku, aku ingin diperlengkapi dengan Roh Kudus agar dapat berkata-kata dengan baik dan tepat dalam mengambil sebuah keputusan.
            Empat hari pun berlalu, dan aku diminta untuk memberitahu jawaban doa tersebut. Entah mengapa, aku seperti merasa siap. Sangat berbanding terbalik dengan sebelumnya, dimana aku merasa sangat gugup dan tak tahu harus berbuat apa. Karena aku sangat alergi berbicara di depan orang banyak, apalagi semua keputusan, tindakan, pendapat terakhir akan ada di tanganku. Aku merasa seperti diantara dua jurang, jurang pertama tidak begitu dalam, namun terdapat banyak hewan buas, sedangkan jurang kedua sangat dalam, namun aman dari serangan hewan buas. Kalian akan mengerti maksudku. Maka, dengan hikmat yang Tuhan beri, aku melompat jauh ke jurang kedua, itulah pilihan yang aku ambil. Walaupun awalnya terasa sakit.
            Setelah itu, aku sudah terpilih menjadi Ketua Natal pada periode 2013 ini. Rapat perdana pun sudah aku jalani, dimana aku sangat sama sekali belum mengerti bagaimana caranya memimpin. Apalagi dalam kepanitiaan ini, banyak mahasiswa baru dan mereka butuh penerangan agar tak menjadi sesat. Hari pun berlalu, dan banyak kritik dan masukan yang datang. Aku anggap itu wajar, karena itu adalah normal, sebab seorang pemula tidak mungkin bisa langsung dengan sangat baik, butuh proses, asalkan panitia pun mengerti apa esensi natal ini.
            Pada minggu-minggu berikutnya, rapat-rapat berikutnya, selalu aku tekankan bagaimana arti pelayanan itu. Mereka (terutama mahasiswa baru) mengerti akan arti pelayanan. Bahwasanya dalam kepanitiaan ini pun merupakan pelayanan, aku juga menekankan pentingnya kekompakan dan kerjasama dalam kepanitiaan ini, dan yang utama adalah kuasa doa. Kontak doa dilakukan rutin setiap minggu.
            Setelah itu, semua persiapan menjelang hari H tanggal 14 Desember 2013 pun sudah siap. Semua bidang sudah mempersiapkannya. Tidak boleh ada lagi keraguan, semuanya hanya diserahkan kepada Tuhan bagaimana acaranya pun nanti. Yang terpenting disini adalah tujuan natal itu tercapai, dan orang yang mengikuti mengetahui apa arti Natal sesungguhnya, bukan dilihat dari kemeriahannya.
            Seluruh panitia pun berkumpul, jumlahnya ada 27 orang, dan mereka semua sudah siap, karena hari inilah acaranya berlangsung. Bidang dekor sudah melakukan dekorasi ruangan atau spanduk, transkomsi sudah menyiapkan transportasi dan konsumsi, logistik sudah siap untuk segala macam kelengkapan panggung, acara sudah mempersiapkan pelayan altar maupun drama, dan bidang lainnya ikut membantu dan saling melengkapi.
            Ibadah dan perayaan pun berjalan dengan baik dan normal. “Kini saatnya aku dipanggil”.  Kepada Yosua Andreas dipersilahkan untuk memberi kata sambutan”. Semua bersorak dan aku merasa sangat bersyukur karena pada saat itu aku tidak gugup. Aku sudah menyerahkan semuanya kepada Tuhan. 


Dan aku pun melaluinya dengan sangat baik. Poin-poin yang sudah aku persiapkan terlebih dahulu, dan aku berhasil memaparkan tema dan tujuan dari natal KMPK FTIP FPIK 2013 ini.
            Perayaan pun dilakukan dengan baik, ada persembahan pujian dari beberapa warga, kuis berhadiah , drama, dan terakhir adalah persembahan pujian panitia. Semua panitia berkumpul dan mempersembahkan pujian, walaupun waktu latihan hanya sekali, tapi kami berhasil menyanyikan Malam Sunyi Senyap dicampur dengan Dia Lahir Untuk Kami 

            Ibadah dan perayaan pun berakhir dengan baik. Aku mengumpulkan semua panitia untuk evaluasi acara dan kami bersama-sama berdoa dan bersyukur atas kelancaran acara ini, dimana kami mempersiapkannya hanya dalam waktu satu bulan. Tetapi Tuhan memampukan kami semua, kami semua sadar bahwa semua ini adalah campur tangan Tuhan, karena dia yang memimpin kami semua.
            Segala ucapan syukur aku berikan pada Tuhan, karena doaku semua terkabul di semester 3 ini. Aku sekarang sudah mempersiapkan ladangku untuk menerima hujan. Aku sudah siap akan berkat Tuhan yang lebih lagi dalam hidupku. THANKS GOD!

(Keluaran 4:11-12 : Tetapi Tuhan berfirman kepada Musa : Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni Tuhan? Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan akan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan)


SELAMAT HARI NATAL DAN TAHUN BARU 2014! TUHAN YESUS MEMBERKATI J

Thursday, 26 September 2013

Untuk Mencintai Aku

Aku adalah sebuah hempasan angin yang selalu hilang ditengah keramaian manusia di bumi.
Rupaku tak kelihatan, bayangku selalu lenyap didalam cahaya yang menerangi.

Aku tak tahu harus berbuat apa.
Merasakan udara dan dinamika sekitar membuatku seolah merasa ada di tengah-tengah mereka yg tak menyadari, betapa buruknya dunia ini sekarang.

Di tengah dunia yang kelam ini, aku melihat sebuah cahaya kecil di lorong sempit.
Aku tak yakin bahwa itu adalah yang kubutuhkan.
Aku mencoba mencari tahu apa benar itu adalah masa depanku.

Setiap hari aku berpikir tanda membutuhkan jawaban dari-Nya.
Tanpa menghiraukan apa yang mereka lihat daripadaku, aku hanya melihat kelebihanku sendiri.


Walau begitu, sangat banyak kekurangan yang ada padaku.
Seluruh manusia di bumi memilikinya, terkecuali aku.
Kepada siapa aku meminta selain kepadaNya.


Namun aku merenung tanda percaya bahwa kaulah cahaya yang akan menutupi ini semua.
Melihatmu saja sudah membunuh sel-sel rusak yang ada dalam organku ini.
Sungguh, saat-saat menantikanmu akan menjadi detik yang seolah tak akan pernah berhenti.
Tak bertemumu saja, sudah membuatku frustasi.


Namun aku tahu, untuk menggapaimu cahaya, butuh lika-liku yang begitu rumit.
Sebuah rumus yang tak akan pernah ditemukan dalam matematika.
Menyusur semak-semak belukar yang membuatku pilihan untuk berhenti atau melewatinya.

Kau.. kau adalah cinta bagiku.
Sebuah cahaya pasti memiliki maksud untuk menerangi, menerangi jalanku yang tersesat.


Lalu, melihat keadaanku, mungkinkah terang itu menjadi milikku?
Pikiran-pikiran ini terkadang membunuhku secara bertahap.
Seolah tak ada masukan yang akan mendukungku melangkahi ini semua.



Semua makhluk di bumi menginginkan kebahagiaan.
Itu normal, tapi semuanya dilakukan dengan instan tanpa ada kesulitan yang menghadapi.


Aku.. disini tugasku hanyalah menjadi perantaraNya dalam memperbaiki kerusakan yang ada.
Tidak seperti yang lain dengan gigihnya menggunakan kekuatan mereka demi menaklukan kefanaan ini.
Sedikit yang akan menerimaku menjadi kepunyaannya.

Cahaya, maukah kau menjadi bagian yang sedikit tersebut?


Aku menunggu, tapi itu tak pantas untuk diteruskan.
Aku harus melangkah melalui semak belukar ini.
Segala jawabanku ada di depan sana.

Cahaya, apakah kau tetap disitu? Suatu saat akan datang daripadamu seorang  yang begitu beruntung.


Dan itu merupakan jawaban dari doa seorang yang menyayangimu.
....